CATATAN NIMFA



Picture of google

Oleh: John Heryanto 

Dear Lunatic House*

            Masih ingatkah kisah dalam kitab Albidayah An Nihayah-Ibnu Katshir, tentang seorang perempuan bernama Nafisah di Damaskus tahun 754 Hijriah yang berganti nama menjadi Abdulah setelah menjanda tiga kali dan menyadari dirinya adalah laki-laki, lalu menjadi tentara. seperti pula perempuan bernama Catalina de Erauso dari Spanyol abad ke 17 yang bergabung bersama tentara untuk berperang di Chili dan Peru. Setelah perang selesai ia pun pindah ke Amerika Selatan lalu memilih untuk menjadi laki-laki seutuhnya dan berganti nama menjadi Antonio de Erauso.
Aku ingat Inez seorang perempuan dalam naskah Pintu Tertutup/Jean Paul Satre, yang menyadari seutuhnya bahwa dirinya adalah laki-laki yang cinta pada wanita dan tak ada siapapun yang dapat merubah keyakinan tersebut sampai kehidupan di neraka. Sedangkan para pelancong pada tahun 1850 menemukan women chief di daerah Wyoming dan Montana, mereka adalah kaum perempuan yang semua perempuannya menikah dengan perempuan lagi bahkan ada pula yang melakukan ‘poligami’.  
            
Pada mulanya mungkin semuanya seperti pula Laure, gadis berusia 10 tahun dalam film Tomboy/by: Celine Sciama yang tumbuh dalam kebingungan akan dirinya. Dianggap laki-laki oleh teman-temannya karena rambut pendek dan suka sepak bola, ia merasa aneh ketika kencing harus jongkok, tidak seperti laki-laki yang bebas berdiri maka dengan terpaksa harus membuat penis dari lilin untuk di selipkan dalam cd ketika berenang agar terlihat seperti laki-laki.

Pobia

Pernikahan sesama jenis merupakan bentuk ancaman bagi perdamaian dunia, seperti euthanasia dan aborsi.

(Paus Benekditus XVI)

            Kita semua tentu pernah mendengar kisah kaum Sodom dan Gomorah (Nabi Luth) yang dimusnahkan oleh Tuhan karena perilaku homo/lesbi, tapi apakah ada alasan selain itu? Apakah peristiwa Luth itu sama seperti di Jerman pada pemerintahan Nazi ke 2 dimana para transgender dimusnahkan karena sama kotornya dengan bangsa semit termasuk lembaganya (Institute for Science Seksual di Berlin)? Di Inggris ada seorang biarawati dan pahlawan perang bernama Joan of Arc yang dihukum mati dan dibakar di tiang karena dianggap tidak bermoral dengan berpenampilan aneh atau menjadi laki-laki pada masa pemerintahan Charles VII.

            Aku ingat Labarindja, seorang wanita berkelamin ganda dari bangsa iblis biru dalam legenda Australia dimana vagina adalah sihir untuk membunuh laki-laki, Ia tentu bukanlah Teena Brandon yang sejak kecil menyadari dirinya adalah laki-laki yang terpenjara di tubuh perempuan dalam film Boys don’t cry/by:Kimberly Peirce, mestilah mengubah penampilan layaknya seorang laki-laki untuk berpacaran dengan seorang gadis bernama Lana Tisdel yang tak menyadari bahwa bandon juga perempuan seperti dirinya sampai akhirnya Brandon mati setelah diperkosa dan ditembak oleh teman Lana sendiri. Ada Atepah dan Shireen, mereka adalah gadis Iran tapi lesbi dalam film Circumstance/by: Maryam Keshavarz yang sejak kecil bersahabat  dan terpaksa harus memilih antara diam atau melawan sebab masyarakat maupun negara tak mengijinkan adanya prilaku demikian. Sampai hari ini tentunya semua agama dan sebagian besar negara di dunia tidak mengijinkan.
Masih ingatkah kasus Alterina Hofan atau biasa dipanggil Alter (32) di TV beberapa tahun lalu (17/5/2010) yang dituntut hukuman 7 tahun penjara karena telah memalsukan identitas dari perempuan ke laki-laki.

Di Fransisco-Amerika ada Rita Hester seorang aktivis dan transeder yang di bunuh (20/11/98) dan hari itulah yang diperingati sampai kini sebagai hari Transgender dunia.

Semacam Igau

Saya hanyalah nimfa yang berdiam dalam tubuh laki-laki sebagai kosong, bagi seorang nimfa tentu segalanya adalah ilusi dan tak ada satu pun yang nyata selain dari pada ketiadaan.
            
Dalam sebuah mitologi Yunani diceritakan bahwa Hermaphroditus adalah satu-satunya dewa yang transgender, pada mulanya ia hanyalah remaja laki-laki namun pada suatu hari saat berenang di kolam dan tanpa sepengetahuanya tiba-tiba nimfa Salmacis bersemayam dalam dirinya maka sejak saat itu pula ia berkelamin laki-laki tapi sangat cantik dan berpayudara indah (dewa diantara kelembutan dan keperkasaan).

Sesungguhnya identitas seks itu siapkakah yang menentukan, apa itu pilihan dari individu atau alamiah? Apakah yang lesbi/LGBT itu tidak normal atau sebaliknya orang yang bukan LGBT** itulah yang tidak normal?

            Saya lebih meyakini jika manusia pada dasarnya adalah mahluk yang tidak normal, sejak pertama kalinya manusia itu ada dalam Bibel dan Al-Qur’an  dimana manusia pertama itu adalah Adam dan Eva yang tak berasal usul namun ada begitu saja dari tanah atas kehendak Tuhan, seperti sebentuk ruh dan atas saran-saran dan keputusan dari diskusi dengan setan itulah pada akhirnya manusia melakukan pemberontakan kepada Tuhan dengan memakan buah larangan yang dipercaya sebagai pohon ilmu pengetahuan (apel/holdi) Maka sejak saat itulah manusia menjadi mahluk yang tidak hanya daging dan tulang semata seperti seekor monyet melainkan sudah berevolusi menjadi ide dan sejak saat itulah sejarah pemberontakan dimulai. Masalah pilihan identitas seksual baik LGBT maupun tidak itu adalah bagian kecil dari sebuah pemberontakan menusia terhadap tubunya selain dari pada tatto, pirsing, operasi plastik, masokis, kloning dan bunuh diri. Bagi mahluk ide maka sepanjang hidupnya adalah perjalanan radik termasuk membunuh Tuhan dan serentetan peristiwa lainya dan itulah salah satu dari sekian cara manusia menutupi dirinya dari ketidak normalan dan satu-satunya hal yang normal ada ketiadaan sedangkan bagi orang beriman satu-satunya yang normal adalah Tuhan.
_____
*organisasi Lesbi pertama di dunia tahun 1841
** Lesbi Gay Biseksual dan Transgender

Related

Film 5911326697438239666

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item