SISI LAIN TEATER REMAJA



Picture of Daunjati

Oleh Slamet Riyadi

Jawa barat yang masih kental dengan anggapan-anggapan bahwa Bandung merupakan rumah untuk berteduhnya teater atau ibu untuk lahirnya teater modern, angggapan ini tentunya tidak jauh dari pengaruh seorang tokoh teater di jawa barat yaitu Suyatna Anirun dan Saini KM, dua tokoh ini memberikan kontribusi besar untuk keberlangsungan sebuah panggung teater untuk tanah air khususnya.

Teater Remaja yang berlangsung di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung  merupakan program dua tahunan Keluarga Mahasiswa Teater (KMT). Kegiatan ini sangatlah penting untuk diapresiasi oleh pemuda pelajar khususnya di Jawa Barat dan umumnya untuk Pemuda Indonesia.
 
Dari sekian banyak pertunjukan yang berlangsung dalam kegiatan ini tidak satupun yang luput untuk menyinggung keadaan kontekstual negara yang sedang carut marut dengan suguhan politik yang tidak pernah menjanjikan, maka disinilah pemuda pelajar bicara lewat tubuhnya melalui teater.

Apa yang lebih menarik untuk dibicarakan dalam keadaan negara yang sudah agak jauh dari kematangannya?. Yaitu melihat sebuah harapan yang masih sangat mungkin untuk dimimpikan dan hal ini kita masih sangat jelas melihatnya dalam panggung teater, bahwa kita masih punya harapan besar bahwa Negara masih punya kekayaan selain emas tembaga atau kebun dan sawit kita masih punya pemuda yang menawarkan harapan dan kemerdekaan baru lewat bahasa tubuhnya yang ditawarkan ketika diatas panggung?. bukankah fenomena seperti ini pernah dilakukan juga oleh proklamator kita bung Karno ketika diasingkan ke Ende? Nah saya kira kesemangatan pemuda ini adalah sebuah revolusi baru  dan kekayaan yang tak terhingga dari kekayaan alam lainnya dan kekayan ini masih sangat bisa kita harapkan untuk kemerdekaan ulang dari pada mengharapakan kekayaan alam lainnya yang agak tipis kemungkinannya bisa diharapkan.

Dari sinilah semangat  pemuda dilahirkan kembali, sebab seorang yang menonton teater  sangatlah jauh bedanya dengan orang yang menonton acara di televisi yang disuguhkan untuk akhir-akhir ini dengan kesenian kesenian yang hanya sekedar tontonan bukan tuntunan, apa lagi mengahadapi pemilihan umum alias pesta demokrasi, penonton dicekoki semacam bualan-bualan yang mematikan pikiran. dengan keadaan yang mengerikan seperti ini tontonan teaterlah yang membuka kembali cakrawala pikiran penonton untuk lebih cerdas lagi berpikir pada keadaan negara yang kususnya seperti saat ini.
Tentunya sangatlah tepat para Seniman Teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung mengadakan festival teater remaja yang kesekian kalinya, artinya dengan kegiatan ini pemuda diharapkan berpikir lebih arif dan lebih cerdas lagi, Bahwa dengan berteaternya mereka telah memberikan sumbangsih untuk bersuara tentang keadaan negara yang anggaran negaranya sangat kecil dan jauh lebih besar anggaran  parpol yang melakukan kampanye-nya.

saya kira seluruh sanggar atau kelompok teater di jawa barat tidak ada yang secara langsung memperingati hari teater sedunia yang bertepat pada tanggal 24 maret. hanya beberapa orang yang mengucapkan atau merayakan hari istimewa untuk teater itupun hanya di berbagai jejaring sosial. Disadari atau tidak, berlangsungnya dari sekian banyaknya pertunjukan teater remaja ini  telah mewakili untuk memperingati hari lahirnya sebuah kesenian teater se-dunia. Bukankah adakalanya sebuah peringatan itu dilakukan dengan semacam perayaan, misal seperti hari lahirnya nabi Muhammad kalau dalam islam,semua umat islam merayakannya tidak dengan sebuah ucapan saja melainkan dengan sebuah ritual yang bisa disaksikan. Sama halnya dengan memperingati hari lahirnya teater sedunia. Jawa Barat telah diwakili dalam memperigati hari lahirnya dengan berlangsungnya sebuah  pertunjukan teater itu senidiri.






















Related

Teater 9158987754459274261

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item