PERJALANAN MENGULITI ISBI #1: Kampus 60 Hektar yang akan menaungi lulusan akademis & lulusan praksis



Dr.Hj.Een Herdiani, S.Sen, M.Hum

                            




T : Apa landasan dasar perubahan STSI menjadi ISBI ?

J : dasarnya adalah keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan, sekitar tahun 2012 yang mengintruksikan agar STSI segera berubah menjadi ISBI ( Institut Seni dan Budaya Indonesia )

T : Hanya STSI saja ataukah semua PTS ( Perguruan Tinggi Seni ) ?

J : Pada tahun mendatang, seluruh institut seni yang ada di Indonesia akan berubah menjadi Institu Seni dan Budaya Indonesia, hanya saja STSI mendapat kehormatan untuk lebih dahulu merubah diri, karena pengalihan kita yang langsung dari STSI menjadi ISBI, tanpa melewati proses menjadi ISI terlebih dahulu

T : Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan menjadi ISBI itu ?

J :Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Pa Nuh itu, beserta timnya, ya kita juga tidak tau siapa tim yang merancang ISBI, itu. Ya tiba-tiba saja mereka ingin ada ISBI, bahkan nanti itu akan ada 10 ISBI di Indonesia. STSI Bandung, ISI Jogjakarta, ISI Surakarta, ISI Padang Panjang, ISI Denpasar, ditambah dengan Papua, ditambah dengan STKW, ditambah dengan Makassar danKalimantan, juga Aceh.

T : Apakah ada proses negosiasi di dalamnya, ataukah ibu langsung meneriman begitu saja ?

J : Sebenarnya ya berat juga sih, perubahan menjadi ISBI ini, ya tapi, mau tidak mau, kita harus mau, karena target dari DIKTI itu akan ada 10 ISBI, di tahun yang akan datang. Hanya saja prioritas yang pertama itu yang masih berstatus sekolah, seperti STSI Bandung. Bagi yang sudah berstatus menjadi ISI akan ditunda terlebih dahulu

T : Persiapan apa saja yang sudah dilakukan ?

J : Persiapan pengadaan tanah untuk relokasi menuju kampus baru, yang Insya Allah akan goal di tahun ini, berkat perjuangan Bu Endang dan Jajarannya. Ya pokonya tahun ini akan selesai, bahkan kita segera diminta untuk membuat rancang bangun pembuatannya ?

T : Persisnya di daerah mana bu ?

J : Saya kira tidak usah disebutkan, hanya saja wilayahnya berada di bagian Bandung Barat. Tadinya STSI meminta ingin berada di Bandung timur, agar bisa berdekatan dengan ITB, UNPAD,    tadinya memang ingin di sana, dan ada lahan 60 Hektar yang pada mulanya diperuntukkan untuk kebun binatang. Tapi ternyata pa gubernur keberatan, karena di sebelah barat tidak ada yang mengadakan program pendidikan, maka akhirnya keberadaan lokasi pun diposisikan di sebelah barat, jadi kalau nanti ketika akan datang dari sebelah bandung barat, maka kampus kita akan langsung menyambut kedatangan mereka yang datang dari jalan tol. Ya saya kira dalam jangka waktu 5 tahun ini lah, akan menjadi prioritas saya untuk merubah statuta STSI menjadi ISBI.

T : Lalu kampus yang ada di Buah Batu pada saat ini ?

J : Tetap akan ada, sebab di sini akan dijadikan pusat seni pertunjukan dan pusat pasca sarjana, dan ruang akademis S1 nya akan difokuskan di kampus baru.

T :  Landasan kurikulum yang akan dilaksanakan pada ISBI, seperti apa ? 

J : Harus benar-benar berorientasi pada capaian dari lulusannya sendiri, berdasarkan dari hasil studi yang dia lakukan selama ini. Baik mereka yang berada di dalam kurikulum D3, D4 maupun S1. Maksud saya seperti ini, jika memang mereka yang ingin mengambil S1 seni, maka pembelajaranya harus 60 % akademik, dan 40 % skill-nya. Sementara itu pada saat ini kita kan masih dicampur, ada yang mengambil S1 karya tulis dan S1 karya seni itu disamakan, padahal kan seharusnya dibedakan cara pembelajarannya. Mereka yang akan mengambil penulisan / penelitian, dengan mereka yang mengambil karya, atau yang mengambil kepenarian, itu kan seharusnya dibedakan cara pendidikannya, kurikulumnya harus tidak sama. Sekarang itu pemerintah membuat kerangka kualifikasi  nasional, agar kurikulum lulusan-lulusan perguruan tinggi dapat menjurus. Jika mereka yang berminat di dalam bidang akademik, ya bidang akademik harus diteruskan.  Jadi nantinya itu akan seperti ini, mereka yang mengambil penelitian itu akan diarahkan menjadi sarjana S1, namun bagi mereka yang mengambil minat karya, kepenarian atau sutradara akan diarahkan menjadi D4. Tapi jika hanya menjadi pelaku saja, misalkan di dalam tari hanya menjadi penari, di dalam karawitan hanya menjadi penabuh saja, atau di dalam teater hanya menjadi aktor saja, sebenarnya itu hanyalah D3. Memang pada saat ini kita masih dicampur, tapi kedepannya berdasarkan kerangka kualifikasi nasional, akan dipisah-pisahkan.Bahkan di S2 pun, ada master seni dan ada master terapan seni, master seni yang mengambil penelitian dan master terapan seni yang mengambil kepenataan. Hanya saja masih sering ada pengkategorian, antara yang diploma dan yang S1, padahal dua-duanya itu sama saja sarjana. Hanya saja yang satu ini sarjananya sarjana akademik dan yang satu lagi sarjananya sarjana skill, lebih ke terapannya. Hanya untuk yang D3 mereka hanya menjadi pelaku, menjadi pengrajin, bagi yang ingin melahirkan karya-karya baru akan ada program D4, dan bagi yang ingin meneliti seni secara akademis ada program S1.

T : Perubahan menjadi institut tentu membutuhkan kurikulum yang lebih besar untuk menaunginya

J : Tentu saja, ketika sudah menjadi institut maka kita akan mengkategorikan program-program studi tersebut di dalam fakultas, rencananya akan ada 3 fakultas terlebih dahulu, yaitu ada fakultas seni pertunjukan, fakultas seni rupa & desain, serta fakultas budaya. Sedangkan untuk film sendiri sebelum ada pembangunan lebih lanjut, mereka akan berada di bawah naungan fakultas seni pertunjukan.

T : Menyoal Fakultas budaya , lebih rincinya itu akan seperti apa ?

J : arahan fakultas budaya lebih pada pengkajian budaya lokal, lebih pada kajian seni tradisi. Memang, tidak pada kebudayaan secara global. Karena mereka yang mengkaji nilai-nilai budaya lokal itu sendiri masih jarang, maka fakultas budaya dari ISBI itu akan mengarahkan kurikulum budayanya pada penelitian-penelitian nilai-nilai budaya lokal, serta ditunjang program studi yang akan mengarahkan diri pada kajian budaya juga pariwisata.

Related

Kampusiana 5171675256784496242

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item