Headlines News :
Home » » INTRUPSI SOTOMIE UNTUK MENYAMBUT 100 HARI ISBI BANDUNG

INTRUPSI SOTOMIE UNTUK MENYAMBUT 100 HARI ISBI BANDUNG

Written By LPM DAUNJATI on Sabtu, 17 Januari 2015 | 02.40.00



Pameran Non Art-Hymen Act. Fotografer: Mohamad Chandra.

Bandung, Daunjati – Kamis (15/01), tak seperti biasanya di ruang belakang lantai 1 Gedung Student Center, ruang kosong bercat putih yang dulunya bekas sekretariat BEM STSI Bandung kini tampak berbeda. “Selamat datang di era post estetik”, sebuah tulisan dari lakban berwarna hitam. Di atasnya terdapat bungkus mie instan dengan tulisan merek “Isme Rasa Soto Mie” terletak di bawah jendela dekat lorong tangga menuju lantai 2 gedung student center. Sementara itu, di samping jendela terdapat sebuah buku berjudul ingatan-ingatan yang hilang dengan nama penerbit “leader me” dan buku tersebut ditutupi sebuah obat nyamuk batang yang melingkar dan sebotol kecap hitam.
Pada pintu masuk ke ruangan tersebut, ada sebuah meja tamu. Di atasnya terdapat sebuah kompan pembersih lantai dengan merek “work off bismilahirohmanirohim” dan sebotol minuman keras bermerek Black Jack. Botol tersebut berisi gulungan kertas kecil seperti lotre kocok dan di perut botol tersebut terdapat tulisan “surat-surat seni kamu”.
Di dalam ruangan pameran hanya terdapat satu instalasi dengan judul “manifesto fakultas bayangan”. Judul karya tersebut ditulis di atas intalasi  dengan cat berwarna hitam. sementara instalasi tersebut terdiri dari tumpukan batu; kapur; poster-poster tentang situasi kampus STSI menyambut 100 hari menjadi ISBI Bandung; boneka yang dililit kaset; bibel yang ditusuk penggaris besi; boneka tanpa kepala yang diikat sekujur tubuhnya dengan tali berwarna merah; tulang dan dupa di sela batu kapur; sebuah kartu lebaran yang terselip dalam sebungkus koek api dan bergambar ketupat dengan tulisan ‘mohon maaf’. Di instalasi inilah banyak orang berfoto, entah itu pengunjung pameran atau orang yang lewat karena ruangan tersebut merupakan jalan menuju ruang parkir basement.
Pameran non-art ini berlangsung dari tanggal 4-8 Januari 2015 di lantai 1 gedung studen center . “pameran ini bukanlah pajang karya maupun pameran karya melainkan ini hanya pernyataan sikap dan respon menyambut 100 harinya ISBI Bandung sejak diresmikan pada tanggal 6 Oktober 2014 di Surabaya” ucap John Heryanto yang sebelumnya juga sempat pameran menolak ISBI pada tanggal 6 oktober di gedung eks rektorat yang sekarang menjadi gedung baksi. 
Hymen Act adalah sebuah tag-name dari John Heryanto yang biasanya istilah tag-name itu dikenal dalam street art sebagai identitas pelaku boombing di jalan-jalan. Sempat pula ditangkap Polsek Lengkong karena dianggap menyebarkan ideologi komunis di kampus STSI Bandung.
“apakah ketika STSI menjadi ISBI Bandung, seni tidak akan ketinggalan kreta?”ucap John Heryanto di sela-sela kesibukannya mengerjakan tugas kuliah.
 (Abie Koes)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger