Headlines News :
Home » , » ORGANISASI MAHASISWA YANG GAGAL

ORGANISASI MAHASISWA YANG GAGAL

Written By LPM DAUNJATI on Senin, 26 Januari 2015 | 12.00.00





Polemik BEM
Bermula dari undangan Majelis Mahasiswa pada tanggal 12 September 2014 kepada seluruh ormawa di STSI Bandung prihal evalusi BEM STSI Bandung yang akan dilaksanakan di sekretariat BEM, dari hasil evalusi tersebut dapat diketahui bahwa BEM tidak menjalankan tugas sebagimana mestinya sesuai dengan GBHK tentang fungsi BEM yaitu melakukan pengawasan terhadap berabagi kebijakan kelembagaan STSI Bandung. menampung, mengembangakan dan menyalurkan seluruh aspirasi  serta potensi mahasiswa dll. AD BAB II pasal 8  yaitu menciptakan ruang gerak dan pola pikir kritis yang besifat penalaran keilmuan kesenian dan kebudayaan berdasarkan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Tindak lanjut dari evalusi BEM tersebut, Majelis Mahasiswa mengadakan MUSLUB jilid 1 pada tanggal 22-23 september 2014 di ruag sidang gedung rektorat lantai 4 yang mengahasilkan keputusan sementara evalusai BEM yaitu berupa sangsi teguranan untuk meninjau ulang kinerja BEM, serta jajak pendapat interpelasi BEM yang dilaksanakan pada tanggal 24 September 2014. 

Pertimbangan hasil akhir  dari tindak lanjut evalusai BEM dilaksanakan pada MUSLUB jilid 2 tanggal 1 Oktober 2014 di Gedung Rektorat lantai 4 dan menghasilkan keputusan: dinon-aktifkannya BEM STSI Badung priode 2013-2014 karena terbukti melanggar AD/ART BAB II  tentang Kedudukan, Fungsi dan tanggung jawab organisasi pasal 6 dan 7, GBHK BAB II keorganisasian Mahasiswa STSI Bandung Pasal 2 point b ayat 2 dan 3 tentang Fungsi dan tugas BEM, Tidak terlaksananya program Wajib BEM yaitu PEKA SENI sebagi pintu kaderisasi anggota. BEM diganti oleh PJS dari yang disepakti oleh UKM-HMJ dan dipilih oleh forum sesuai denga kriteria yang sudah tercantum dalam AD/ART. BEM terdahulu harus menyelesaikan laporan Pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan samapai kepengurusan BEM berakhir. Calon PJS adalah perwakilan dari HMJ yang berkopeten.
Penentuan PJS dilaksanakan dalam raat konsolidasi  pada tanggal 3 Oktober 2014 di Sekretariat MM, dari sanalah diangkat PJS, namun bidang kemahasiswaan menolak untuk menandatangi Surat pengankatan PJS dan menolak adanya PJS BEM. 

Tanggal 1 November 2014  ketua BEM non aktif membuat surat terbuka kepada Majelis Mahasiswa yaitu menuntut pencabutan dinon-aktifkan BEM priode 2013-2014 dan pembubaran PJS semenatara, menuntut adanya evalusi besar-bersaran terhadap seluruh oramawa di STSI sebelum desember 2014  dan menuntut adanya percepatan MUBES serta pemilu raya sebelum november 2014.

sejak tanggal 3 oktober 2014 itulah adanya BEM versi bidang kemahasiswan yaitu BEM yang dinon-aktifkan dan BEM versi mahasiswa yaitu PJS yang ditetapkan dalam MUSLUB.
  
MUBES BEM-MM berlangsung tanggal 22-23 januari 2015 di ruang sidang gedung rektorat lantai 4, pada sidang pleno ke 2 tentang LPJ BEM inilah yang menjadi masalah karena BEM yang dinonaktifkan tidak memberikan LPJ kepada MM serta tidak datang.
MUBES ini menghasilkan beberapa surat keputusan yaitu sangsi administrasi Badan Eksekutif Mahasiswa, program pengganti Peka Seni 2014, tata tertib pemilihan anggota Majelis Mahasiswa dan pemilihan umum Badan Eksekutif Mahasiswa. 

Mahasiswa Gagal

Jika membaca kronologi di atas, lantas apa saja kerja organisasi mahasiswa? mahasiswa yang mengaku  agen perubahan adalah dongeng seperti pula obrolan tentang reformasi, supah pemuda, soe hok gie, sosialisme, anarkisme dll hanya cukup sampai di warung kopi semata.

 Selamat berwisata para mahasiwa sebab tanggal 6 Pebruari 2015 adalah hari terakhir kuliah.

(John Heryanto)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger