DOA UNTUK SANG MAESTRO (SLAMET ABDULL SJUKUR)



pemberian tumpeng diacara Ritus Sakral Bela Sungkawa (Photo Malik Ibrahim F*)

Bandung, Daunjati - Acara Ritus Sakral Bela Sungkawa “ Slamet Abdul Sjukur “ yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Karawitan (HIMAKA) pada hari jumat (27/03) di Gedung Kesenian Dewi Asri STSI Bandung berlangsung dari jam 14 : 00 s/d selesai . Acara Ritus doa untuk Slamet Abdul Sjukur ini dilakukan dengan alasan untuk mengenang karya – karya beliau dan mendoakannya. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa/I STSI Bandung dan dosen jurusan karawitan serta turut mengundang beberapa murid dari Slamet Abdul Sjukur.

Acara ini dibuka oleh MC dan dilanjut dengan penampilan pertama dari ayah Dodi yang memainkan musik kontemporer dengan alat musik kecapi , suasana terasa khidmat dan sunyi ketika ayah Dodi tampil. setelah penampilan dari ayah Dodi , MC pun memaparkan penampilan yang kedua yaitu dari Ansembale Tikoro, yang beberapa personilnya ada dari Mahasiswa/I Jurusan karawitan STSI Bandung , pada tengah acara ada pemotongan tumpeng sebagai tradisi ritual ,  lanjut dengan performance dari Ayo Sutarman . dan berlanjut diadakannya doa bersama .

Doa bersama untuk Slamet Abdull Sjukur (Photo M Deedat Dawan*)

Slamet Abdul Sjukur adalah seorang seniman kontemporer  dan Maestro pendidikan khususnya dalam bidang Musik dan Kreatifitas Seni, sosok Slamet Abdul Sjukur sendiri sebagai aksen filosofis Tridarma Pendidikan Perguruan Tinggi sebagai pengabdiannya terhadap dunia kreatifitas seni Musik Kontemporer atau Tradisi . Ayah Dodi sebagai partisipan dan salah satu dari Murid Abdul Sjukur sangat mengapresiasi dari karya – karya Almarhum . Meskipun Acara ini dilaksanakan secara nonformal , bagi mereka ini adalah acara siritual dalam mengenang Slamet Abdul Sjukur dan hanya STSI Bandung yang pertama kali mengadakan acara ini .


Selain seniman kontenporer Slamet Abdull Sjukur juga banyak menginspirasi mahasiswa karawitan STSI Bandung. “ menurut saya karya musik yang paling saya suka dari beliau adalah desah, karena karya ini dibuat ketika beliau sedang bercinta dengan istrinya” ujar Maman Abudllah mahasiswa karawitan. Tidak hanya menciptakan musik kontemporer tapi Slamet Abudll Sjukur juga membuat buku untuk membantu pembelajaran dibidang penciptaan musik. [HR, RFFAMp]

Related

Musik 7099684336043574248

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item