Headlines News :
Home » , » MAHASISWA STSI BANDUNG RAWAN KORBAN PEMBEGALAN

MAHASISWA STSI BANDUNG RAWAN KORBAN PEMBEGALAN

Written By LPM DAUNJATI on Jumat, 27 Maret 2015 | 09.21.00

aksi kejahatan pembegalan menimpa mahasiswa STSI bandung sehabis pulang latihan  yang terlalu larut malam. Kejahatan pembegalan tersebut  bukan kali pertama.


Oleh Ganda Swarna
Foto by M. Deedat Dawan*

salah satu titik rawan aksi pembegalan (Photo M Deedat Dawan*)


Bandung, Daunjati – kamis (26/03) mahasiswi STSI bandung menjadi korban pembegalan di depan kampus STSI bandung, jalan Buah Batu,  tepatnya di depan Car Whas sekitar pukul 03.00 WIB. Korban sendiri tidak mengalami luka-luka akibat kejahatan terebut.  Barang berharga yang diambil dari korban berupa uang tunai ratusan ribu dan handphone genggam.

Kurangnya tingkat kewaspadaan mahasiswa STSI bandung, menjadi penyebab tindak kejahatan tersebut. mahasiswa butuh kewaspadaan yang lebih ketika pulang terlalu larut malam. Selain meningkatkan kewaspadaan, juga harus mengetahui tentang informasi akan motif dan modus aksi kejahatan pembegalan yang sekarang ini sedang marak  diberitakan.

Menurut korban (S), yang tidak ingin disebutkan namanya ia menceritakan, “saya pulang latihan jam 1 malam bersama teman saya. Kosan saya tidak jauh dari tempat saya dibegal. Awalnya saya sudah curiga dengan 5 orang pria yang berdiri mengenakan helm di depan gg kosan saya. Pada saat itu  mereka belum ngapa-ngapain saya. Tapi saya sudah curiga.” Korban (s) masih merasa takut ketika menceritakan hal tersebut, nampak dari eksprei wajahnya yang gugup.

Korban kembali menjelaskan. “Jam tiganya teman saya mau balik kerumahnya dengan motor. 5 orang pria itu ternyata masih berdiri di disana. Langsung saja mereka mengejar saya dan teman saya, dan ditodong pisau. Teman saya berebut motor dengan pembegal, terus mereka minta handphone dan uang teman saya. Ketika mereka sudah agak lengah, teman saya langsung kabur pakai motor. sebelumnya saya juga sudah berhasil kabur kembali kekosan.

Korban sendiri masih merasa trauma dengan aksi pembegalan yang menimpa dirinya dan temannya. Namun ia bersedia berbicara kapada daunjati untuk mengingatkan kepada mahasiswa yang lain.  “jika pulang terlalu larut malam agar lebih waspada dan jangan pernah sendirian apalagi kalau ia wanita.” Ujarnya. Kejadian pembegalan ini juga bukan yang pertama kali menimpa mahasiswa STSI bandung. Beberapa hari yang lalu, mahasiswi STSI  bandung juga menjadi koban pembegalan di jalan cijagra.

Menurut pihak keamanan kampus bapak Apep Sunandar,menjelaska “memamang sudah banyak aksi serupa yang menimpa mahasiswa STSI bandung. Untuk tahun ini saja sudah ada 6 laporan atas tindakan kejahatan pembegalan diluar kampus. Kebanyakan terjadi di belakang kampus cijagra dan di depan kampus di bawah pohon besar di dekat halte bis. Untuk titik rawannya sendiri itu di sepanjang jalan cijagra dan di sepanjang  jalan buah batu.” Bapak  apep juga menyarankan, “kalau seandainya pulang terlalu larut malam, khususnya untuk mahasiswi yang tidak menggunakan kendaraan, jangan sungkan-sungkan untuk meminta diantarkan sampai kosannya oleh satpam kampus. Jika terjadi hal yang tidak di inginkan segera langsung balik kekampus dan melapor ke satpam.  Dan  agar lebih waspada lagi.”

Untuk menghindari tindak kejahatan pembegalan, mahasiswa harus lebih sadar utuk  meningkatkan kewaspadaan dan mencari informasi tentang kejahatan tersebut. berikut ini daunjati memberi pemaparan tentang hal-hal yang harus diketahui untuk mencegah tidak kejahatan pembegalan.


Hal-hal yang harus diketahui tentang kejahatan pembegalan

Menurut pihak kepolisan polsek lengkong, yang diwawancarai oleh daunjati, mereka menjelaskan titik-titik rawan, jam-jam rawan, dan motif atau modus pembegalan dan juga penjambretan diwilayah buah batu dan sekitarnya.

Titik-titik rawan pembegalan dan penjambretan yang sering terjadi, berada disekitaran sepanjang jalan buah batu, soekarno hatta, lodaya, dan sepanjang  jalan cijagra, juga harus lebih waspada ketika melewati jalan gelap dan sepi, seperti di sekitaran kliningan dan karapitan. Untuk jam-jam rawan aksi pembegalan dan penjambretan, pada umumnya sering terjadi di sekitaran jam 11 malam keatas, untuk penjambretan sendiri bisa di waktu dan jam yang tidak dapat di prediksi.  

Motif dan modus pelaku pembegalan dan penjambretan bisa bermacam-macam. Namun pada umumnya menggunakan senjata tajam dan ditodongkan kepada korban atau dengan senjata api. Aksi Begal sendiri, biasanya mereka langsung mencegat korban dan langsung menodongkan senjata. Untuk cirri-ciri umum, begal biasanya memakai helm tertup dan mengendarai kendaraan yang sudah di modif untuk menambah kecepatan laju motor.


Untuk menghindari aksi pembegalan, diharapkan agar tidak pulang terlalu larut malam, tidak membawa atau menyimpan dengan baik barang-barang berharga lainnya. Jika pulang terlalu larut larut malam, usahakan untuk tidak pulang sendirian. Hindari jalur jalan yang gelap dan sepi. Hubungi pihak berwajib jika mengalami tindak kejahatan apa pun. Untuk wilaya buah batu dan  sekitanya dapat menghubungi layanan polsek lengkong dengan nomor kontak, 7300958. Selalu waspada dengan tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu akan menimpa anda. (GS)

*Wartawan Magang Daunjati
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger