Headlines News :
Home » » MENGGAGAS EMBRIO TARI YANG LAHIR DARI PUSAT AKADEMIK

MENGGAGAS EMBRIO TARI YANG LAHIR DARI PUSAT AKADEMIK

Written By LPM DAUNJATI on Minggu, 01 Maret 2015 | 20.57.00


Catatan atas Dialog Tari, Himpunan Mahasiswa Tari ISBI Bandung 2015
Oleh Iwan Setiawan



Bandung, Daunjati- Himpunan Mahasiswa Jurusan Tari (HIMATA) ISBI Bandung  akhirnya berhasil menggelar program DIALOG TARI yang ke-4. dialog tari yang merupakan agenda tahunan adalah salah satu program unggulan yang dimiliki oleh HIMATA, program ini sudah berlangsung dari tahun 2009, dimana salah satu yang melatar belakangi terciptanya program ini adalah kegelisahan para mahasiswa Jurusan Tari dan dosen Jurusan Tari STSI Bandung yang kini berubah nama menjadi ISBI Bandung.
Mahasiswa Jurusan Tari saat itu ingin membuat suatu kegiatan yang melibatkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia namun yang terkait dengan Jurusan Tari untuk bisa berkumpul dan bersilatuhrahmi dalam tempat dan waktu yang sama. Akhirnya mahasiswa dan Jurusan Tari serta perwakilan dari kemahasiswaan mengadakan pertemuan dan diskusi tentang kegelisahan mahasiswa dan jurusan tentang keinginan untuk mengadakan suatu program yang melibatkan seluruh Jurusan Tari di perguruan tinggi Indonesia. dari pertemuan itu melahirkan program dialog tari yang dipegang utuh oleh Himpunan Jurusan Tari (HIMATA) STSI Bandung dan didukung penuh oleh pihak Jurusan Tari. Diberikannya program dialog tari kepada mahasiswa dikarenakan pada saat itu jurusan memiliki program yang sejenis yaitu Bandung Dance Festival, yang akhirnya dialog tari ditangani oleh HIMATA.
                Ketua Jurusan Tari  Dindin Rasidin S.Sen.,M.Hum mengatakan bahwa dengan berkembangnya persoalan-persoalan baru didalam dunia tari dan perkembangan persoalan tari yang begitu sangat berkembang sehingga tidak melihat lagi fungsi tari, tidak melihat seperti apa tampilan tari, hal ini  malah justru menawarkan persoalan-persoalan baru didalam dunia tari itu sendiri sehingga tugas mahasiswa harus mampu menangkap fenomena-fenomena didalam dunia tari itu sendiri. Dari persoalan itulah akhirnya munculah visi awal dari diadakannya dialog tari yaitu mahasiswa memiliki kepekaan didalam menangkap fenomena tari, dan tema-tema yang diangkat akan selalu berbicara mengenai ketubuhan.

Dialog Tari 2015 : Menimbang Tradisi Kreatif



                Dialog tari tahun ini diselenggarakan dalam waktu dua hari dimulai dari Selasa 17 Februari 2015 sampai Rabu 18 Februari 2015. kali ini Dialog Tari  diikuti oleh 11 delegasi diantaranya adalah Intitut Seni Indonesia Surakarta (Solo), Institut Seni Indonesia Yogyakarta (Jogja), Institut Seni Indonesia Padang Panjang (Padang), Institut Seni Indonesia Denpasar (Bali), Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung), Lampung, Riau, Surabaya, Karuhun Bandung, Sekdut Bali dan Penari Petualang. Hari pertama di isi dengan pembukaan lanjut dengan seminar tari. Pemateri seminar pada Dialog Tari kali ini di isi Dr.F.X.Widaryanto dengan menyampaikan materi tentang materi tradisi kreatif yang menjadi inspirasi proses kreasi pertunjukan tari masa mini material, dan materinya diambil dari cerita-cerita tradisi seperti cerita Panji yang diabawa menjadi suguhan pertunjukan yang baru. pemateri kedua adalah Didik Nini Thowok dengan menyampaikan materi fenomena cross gender dalam dunia tari, dimana ia sebagai penari cross gender menceritakan tentang asal usul tarian tersebut dan menceritakan sedikit pengalamannya yang hidup sebagai penari cross gender.


                Puri Sunjani Apriliani salah satu peserta yang mewakili Surabaya mengatakan “dialog Tari ini bener-bener bermanfaat sekali apalagi buat orang seni seperti kami, jadi bisa buat bekal buat berkarya kedepannya lagi, yang paling menarik dari seminar adalah ketika Mas Didik Nini Thowok menyampaikan Teori Cross Gender, jujur aku baru pertamakali tau dan memang aku saksikan sendiri ada penari-penari yang real seperti itu fenomenal sekali” ujarnya sambil Cekikikan (mengingat banyak peserta dialog tari cross gender), Puri pun menambahkan “harapan aku Dialog Tari ini semakin tahun semaikn meningkat, sekarang kan ngedatangin Mas Didik Thowok, mas eko, pak wid. Besok-besok tahun-tahun depan go internasional atau ngedatangin pemateri dari luar (luar negeri) biar pemahaman kita tidak hanya terpaku itu-itu aja, kebudayaan lain juga” pungkas wanita cantik asal Surabaya yang senang menggerai rambut panjangnya.
Setelah acara seminar selesai dilanjutkan dengan kegiatan workshop tari bersama Eko Supriyanto dimana workhop ini merupakan acara terakhir di hari pertama. Beberapa peserta memberikan tanggapannya tentang dialog tahun ini, salah satunya peserta dari Bali (ISI Denpasar)  Dewo Putu Selamet Raharjo “sebenarnya kami jauh ketinggalan terhadap koreografi yang ada di kampus kami. Tadi kan kita diajar mengeksplor, kita kan belum kenal sama kontingen lain nah untuk keakraban dikasih pemanasan untuk membuat koreo perkenalan dengan menggunakan gerakan yang jadinya bercerita mencakup kontingen lain dan yang paling menarik dari workshop tadi ialah kita disuruh untuk menampilkan satu buah gerakan karya yang mewakili dari masing-masing daerah, Cuma gerakan  satu perdelapan itu bisa menjadi sebuah karya. Itu yang paling menarik dan berkesan bagi kami disini” ungkap lelaki kekar dengan logat balinya yang kental.

 Hari kedua di lanjutkan dengan repertoar dari masing-masing delegasi daerahnya, selanjutnya dilanjutkan pada acara puncak yaitu pementasan kolaborasi tari dari seluruh peserta delegasi. Sifa Nur Muslim yang biasa di panggil Paul merupakan ketua Pelaksana tahun ini mengatakan Adapun beberpa masalah yang terjadi di dialog tari kali ini ialah kurangnya persiapan hal ini diakibatkan persiapan singkat hanya dari bulan oktober,  kepanitian tahun lalu langsung terputus, proposal-proposal terlambat diajukan akibatnya banyak sponsor yang membatalkan kerja sama sehingga kurangnya  dana di dialog tari kali ini menjadi masalah utama. Namun Dialog Tari pada akhirnya tetap terlaksana dengan sukses hingga usai.
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger