Headlines News :
Home » , » REKTOR TIDAK HADIR DALAM DIALOG TERBUKA, KENAPA?

REKTOR TIDAK HADIR DALAM DIALOG TERBUKA, KENAPA?

Written By LPM DAUNJATI on Kamis, 02 April 2015 | 01.49.00

Ketidakhadiran rektor dalam pertemuan dengan mahasiswa, menjadi pertanyaan bagi seluruh mahasiswa dan pertemuan tersebut pun menjadi tidak kondusif.



Bandung,  Daunjati— Rabu (01/04), Rektor STSI bandung tidak menghadiri pertemuan Dialog Terbuka antara mahasiswa dengan lembaga yang diadakan oleh BEM STSI bandung,  Pertemuan tersebut menjadi tidak kondusif dengan tidak hadirnya Rektor STSI.

Menurut  ibu Evi sebagai sekretasis Rektor, Tidak hadirnya Rektor dikarenakan ibu Rektor sedang ada dinas di luar kota selama 5 hari. Dan tidak ada surat undangan yang masuk sebelumnya. Undangan kepada ibu Rektor baru ada pada hari ini sekitar pukul 13.00.” ungkapnya.  Tidak ada kejelasan ke kota mana ibu Rektor STSI bandung dalam melaksanakan tugas dinasnya. Ibu Evi juga menyarankan bahwa harus ada surat yang jelas dan jangan disampaikan secara mendadak. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi antara Rektor dan yang mengundang.

Menurut ketua BEM STSI bandung, Memang benar ada keterlambatan pemberian surat undangan kepada Rektor. Tapi sebelumnya saya sudah ada janji dengan bu Een ketika acara Words Teater Day, pada hari Jum’at, ketika saya dan bu Een menjadi tamu undangan. Sebelumnya bu Een mengatakan tidak dapat hadir. karena sedang ada rapat di kelembagaan saya pikir ibu Een dapat meluangkan waktunya untuk hal seperti ini. Namun ketika saya menelpon langsung dengan PK I, ibu Een itu sedang ada di dago. Ketika saya menanyakan kepada satpam, bu Een ada di sekitaran kampus.  Dan ketika menanyakan lagi  ke satpam bu Een  ada di Jakarta. Menurut saya ketidak jelasan ini dan tidak hadirnya kehadiran bu Een selaku Rektor,  tidak menghormati mahasiswa.” Ujarnya. 

Namun pada hari senin yang lalu, ungkap Ketua BEM STSI bandung, ia mengharuskan Rektor untuk hadir pada dialog tersebut. sebab ini demi kepentingan mahasiswa dan lembaga. Namun disayangkan hingga pada pertemuan dialog terebut, ibu een tidak memberi kejelasan apa pun. Kehadiran Rektor dalam dialog terbuka tersebut dinilai sangat penting. Sebab ungkap presiden BEM, “setiap ada ormawa (organisasi mahasiswa) atau saya presiden BEM menanyakan tentang masalah perkuliahan, mereka selalu langsung dihadapkan kepada Rektor. Karena mengenai tentang sistem-sistem lembaga itu  semua Rektor yang mengatur. Akhirnya kita menarik kesimpulan bahwa rektorlah yang harus dihadirkan langsung, biar seluruh mahasiswa tau kinerja Rektor dan bawahannya.”

Langkah selanjutnya yang akan dilakuan oleh BEM dan seluru ORMAWA, akan mengadakan dialog terbuka lagi yang harus dihadiri oleh seluruh lembaga dan mahasiswa. Untuk tanggal pertemuan tersebut, BEM menyerahkan kepada Rektor untuk menentukan kapan waktu pelaksanaan dengan syarat dilaksanakan secepatnya. BEM sendiri meminta maaf kepada seluruh mahasiswa atas ketidak hadiran Rektor sehingga menjadiakan dialog ini menjadi tidak efektif. (Ganda Swarna)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger