Headlines News :
Home » , » Pengangkatan Wakil Rektor ISBI Bandung Pembantu Ketua III: Kita itu kayak mobil Keong tapi mesinnya diesel!

Pengangkatan Wakil Rektor ISBI Bandung Pembantu Ketua III: Kita itu kayak mobil Keong tapi mesinnya diesel!

Written By LPM DAUNJATI on Senin, 22 Juni 2015 | 05.40.00

Pergantian status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pasti akan berdampak pada perubahan SOTK (Struktur Organisasi Tata Kelola). Perubahan tersebut berdampak pada peralihan jabatan pembantu ketua (PK) menjadi Wakil Rektor (Warek). Perubahan PK menjadi Warek akan berjalan setelah surat keterangan (SK) turun dan disahkan oleh Menpan (Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara). Mekanisme untuk pemilihan Warek itu akan dipilih oleh Rektor atas persetujuan Senat. Untuk menjadi Warek tentu saja ada kriteria yang harus dicapai. Salah satu kriteria untuk menjadi Warek minimal harus sudah menempuh pendidikan S3.

Kinerja Warek I lebih berat dari sebelumnya (PK I) yang hanya membawahi Akademik saja. Warek I akan membawahi Akademik dan Kemahasiswaan oleh karena itu kriteria yang dibutuhkan adalah orang yang mengerti masalah tersebut.

Tugas yang dijalani Warek adalah seperti yang sudah disinggung tadi, contohnya Warek I yaitu membatu di bidang Akademik dan Kemahasiswaan, sementara tugas di bidang Akademik sangat banyak sekali, seperti prodi, ujian, program-program dan hal lain yang bersangkutan dengan bidang Akademik. Sedangkan tugas Rektor hanya menginstruksikan sasaran-sasaran Kampus setiap tahunnya dan Warek yang akan menjabarkan dan melaksanakan bagaimana program-programnya harus di jalankan.

Pada kenyataannya sampai sekarang ISBI masih memakai OTK STSI karena harus menunggu pengesahan dari Menpan. Selagi menunggu surat pengesahan ISBI masih menggunakan PK I, PK II, dan PK III yang bertanggung jawab mengelola perguruan tinggi sebelum OTK itu turun. Pembantu Ketua (PK) pada saat ini masih melakukan tugas seperti biasa yaitu PK I di bagian Akademik, PK II dibagian Administrasi dan keuangan, dan PK III menangani kemahasiswaan dan kerjasama. ISBI sekarang hanya akan menata program-program studi yang akan dijalankan.

Seandainya OTK untuk ISBI sudah turun, kita masih diberi waktu selama satu tahun untuk persiapan, dan ini bukan hal yang mudah Dr. Een Herdiani sambil menghela nafas dalam-dalam.
Dr. Supriyatna, selaku Pembantu Ketua III juga menambahkan bahwa sudah ada beberapa nama yang menjadi perbincangan akan memangku jabatan sebagai Warek. Namun, belum sampai pada tahap itu. Karena, naskah pengajuan statuta perguruan tinggi juga belum disahkan. Dikti nanti akan mengesahkan strukturnya terlebih dahulu di dalam OTK. Baru setelah itu penentuan orang-orang yang mengisi di struktur tersebut, termasuk Wakil Rektor. Sudah ada namanya, namun belum keluar (SOTK) dari Dikti. Makanya belum (dipublikasikan). Takutnya nanti dari Dikti keluar, tapi enggak sesuai sama yang dari Dikti, jadinya enggak enak. Tuturnya.

Beliau juga menyinggung soal persiapan ketika nanti SOTK turun. Kalau disahkan 3 fakultas nanti, otomatis kita seperti membuat tiga buah STSI Kecil di dalam ISBI. Nanti bagian-bagian yang tadinya cuma ada satu, akan dibuat menjadi tiga, misalnya BEM Fakultas jadi ada tiga begitupun dengan bagian kemahasiswaannya. Hal tersebut akan juga terjadi di banyak bagian-bagian yang ada. Kita itu kayak mobil Keong tapi mesinnya diesel! Jadi pengennya cepet-cepet. Nanti ketika jadi fakultas kan minimal harus ada kantor seperti ini (kantor rektorat) Dekan, Wakil Dekan. Kan belum ada ya? Ucapnya dengan nada yang ringan. [AJ,AK,IM]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger