BERANI NAIK PAPAN PANJAT BARU DI ISBI, BERANI MEMPERTARUHKAN NYAWA


Mapala Arga Wilis dan Mapala UPI sedang melakukan pengecekan Papan Panjat di ISBI Bandung
(Foto; Iwan S)
                

Daunjati, Bandung – Sabtu (28/11) Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Mapala Arga Wilis ISBI Bandung, kembali mengecek papan panjat yang sudah satu bulan dibiarkan, karena adanya beberapa masalah di papan panjat. Pengecekan ini dilakukan karena mereka harus memastikan apakah papan panjat ini layak digunakan atau tidak. Karena setelah diperbaiki mereka merasa papan panjat ini tidak sesuai dengan papan panjat standar nasional ataupun internasional.

Ini berawal dari Mapala Arga Wilis mengajukan proposal kepada lembaga untuk perbaikan papan panjat atau tepatnya pergantian papan panjat yang baru, karena papan panjat yang lama sudah tidak layak pakai dan papannya pun sudah keropos. Setelah sekian lama akhirnya proposal itu mendapat tanggapan, namun yang disayangkan oleh Mapala Arga Wilis adalah lembaga tidak menunjuk mereka untuk yang bertanggung jawab mengurus perbaikan papan panjat tersebut, malah lembaga memilih salah satu pegawai untuk memegang tender tersebut.

Pemilik tender tersebut mengatakan kepada mapala arga wilis bahwa yang mengerjakan perbaikan papan panjat adalah dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Tetapi setelah Mapala Arga Wilis mengecek kelapangan, ternyata yang menegerjakan papan panjat tersebut ialah dari pekerja biasa, atau tukang yang biasa memperbaiki papan panjat di Bandung, yang berarti mereka bukan dari FPTI. setelah ketahuan seperti itu mapala Arga Wilis merasa dikecewakan oleh pihak yang bertanggung jawab akan papan panjat tersebut.

Ilham, salah satu anggota Arga Wilis turut bicara akan permasalahan papan panjat ia mengatakan: “ada beberapa hal yang membuat kami tidak menggunakan papan panjat tersebut diantaranya: Poin (alat untuk pegangan) belum dipasang, ketinggian rangka papan panjat yang dulu ditambah lebih tinggi disesuaikan dengan standarisasi internasional, namun lebar tidak ditambah dan itu membuat tidak seimbangnya papan panjat. Lalu yang lebih mengerikan ialah adanya penambahan rangka kedepan dibagian atas namun besi yang digunakan tidak paten melainkan besi tersebut hasil las listrik, sehingga hal tersebut bisa membuat papan bagian atas bisa patah karena beban bagian atas menjadi over.” Kepada Lembaga Pers Mahasiswa Daunjati ketika di wawancarai di sela-sela kesibukan melakukan pengecekan papan panjat

Hal tersebut membuat mereka terpaksa tidak menggunakan papan panjat, karena kapanpun papan tersebut bisa jatuh atau patah ketika digunakan, dengan begitu sudah dipastika nyawa taruhannya. Adanya permasalahan ini lantas tidak berpengaruh pada prestasi mereka di luar, karena mereka baru saja mengikuti  perlombaan panjat tebing di UNJANI se-Bandung dan mereka berhasil menduduki juara 5 dan itu adalah hasil yang cukup baik saat ini melihat fasilitas yang kurang memadai karena papan panjat mereka belum bisa digunakan. [Iwan Setiawan]

Related

Kampusiana 5868093245693181111

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item