Headlines News :
Home » » ART OF COSTUM MENYAPA BANYAK KALANGAN

ART OF COSTUM MENYAPA BANYAK KALANGAN

Written By LPM DAUNJATI on Selasa, 01 Desember 2015 | 11.18.00

Bertujuan untuk mengenalkan HIMTARIUS kepada masyarakat luas, khususnya kampus lain yang ada fashion desainnya, kami juga ingin memperkenalkan bahwa karya-karya dari mahasiswa ISBI bandung berbeda dari fashion desain yang lain—kami ‘tuh busana untuk pertunjukan bukan untuk sehari-hari” ( Puad Saefuzzaman - Ketua Pelaksana ART OF COSTUM)

           
Oleh  Ratu Fani Fadilah*
Editor Mohamad Chandra Irfan**



Perancangan kostum dengan inspirasi "Laut Selatan", karya Syifa Shabrina (Foto Yuli Tubel)

Daunjati, Bandung— Selasa (01/12) di atas aspal yang masih menyisakan genangan air, langkah demi langkah menapak di atasnya membuat genangan air kering. Rupanya di depan sudah nampak orang-orang mengantri untuk mengisi buku tamu. Cukup lumayan lama orang-orang menunggu pintu dibuka. Beberapa dari mereka melihat pameran Nirmana 3D dan pameran kostum, ada juga dari mereka yang duduk santai di depan gedung sambil memegang gelas berisikan kopi dan sebatang rokok, sambil terus ngobrol dengan orang yang di sebelahnya dan begitu pun dengan yang lainnya.

30 menit telah berlalu, waktu sudah menunjukan jam 19.15 WIB. Di depan pintu kerumunan orang-orang semakin bertambah, tidak ketinggalan mereka pun memegang sebuah katalog. Akhirnya pintu gedung pertunjukan dibuka—salah satu panitia mempersilahkan orang-orang untuk masuk, tanpa disuruh dua kali penonton berbondong-bondong masuk dan tidak lebih dari 15 menit kursi yang tersedia di GK. Sunan Ambu ISBI Bandung, penuh. Mereka yang tidak kebagian tempat duduk, berinisiatif duduk di lantai di samping kursi utama. 

Mereka ingin menyaksikan pagelaran akbar Fashion Show dengan tajuk acara “Art Of Costum” yang digagas oleh HIMTARIUS (Himpunan Mahasiswa Tata Rias dan Busana), ISBI Bandung. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh HIMTARIUS. Art Of Costum kali ini merupakan gelaran kedua kalinya, sebelumnya pernah digelar pada tahun 2008 oleh jurusan Seni Rupa dan sempat vakum selama 6 tahun.

Perancangan kostum dengan inspirasi "Burung Cendrawasih", karya Sri Asyani W (Foto Yuli Tubel)


Tepat jam 19.30, MC (Christie Vaam Laloan dan Aliando) masuk, mereka kemudian menyapa para apresiator. Selanjutnya MC mempersilahkan Dr. Supriyatna sebagai PK III (Pembantu Ketua III) untuk memberikan sambutan, dilanjutkan sambutan dari Dede Priana (lebih akrab dipanggil Dede Komek) sebagai kemahasiswaan dan terakhir dari Mira Marlianti sebagai Pembina HIMTARIUS.

Sebelum pada acara inti—MC pun mempersilahkan salah satu pengisi acara masuk ke panggung. Dalam rangkaian Art Of Costum ini, pertunjukan pembuka pun dimeriahkan oleh GLS (Green Light Studio) Dance. Kelompok dance yang memadukan tari tradisi dengan tari modern tersebut membuat suasan gedung semakin gegap-gempita, mendengar tepuk tangan penonton yang riuh.

Fashion Show pertama pun dimulai, kali ini HIMTARIUS menampilkan 12 karya. Dengan diiringi musik oleh Kelompok Bambu 212, satu persatu para model cantik berlenggok di atas cat walk, beberapa dari penonton bertepuk tangan dan ada juga yang terlihat melongo, diam, terpesona dengan rancangan-rancangan busana karya desainer muda mahasiswa ISBI Bandung.

MC kembali mengambil alih acara—kemudian mempersilahkan Gita Suara untuk tampil. Lampu mati, suara penonton mendadak hilang. Sedikit demi sedikit cahaya biru fade in, di atas panggung beberap orang mulai terlihat, mereka adalah orang-orang yang terhimpun dalam UKM paduan suara. Mereka berdiri dan memberikan hormat kepada penonton. Hymne ISBI Bandung dinyanyikan. Kelompok paduan suara Gita Suara memberi warna dan suasana lain pada penonton. Semua yang hadir di dalam gedung nampak fokus dan menikmati sajian pertama dari Gita Suara tersebut. Seusai lagu pertama, penonton pun tepuk tangan cukup meriah, bahkan beberapa penonton standing applause. Tiga judul lagu selesai dinyanyikan, acara dilanjutkan dengan pemutaran video testimoni yang memerlihatkan proses panitia dan pengisi acara menuju acara Art Of Costum. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik perkusi dari Qibty n Friends.

Acara tidak selesai di sana, kemudian dilanjut pada Fashion Show yang kedua. Kali ini musik pengiring diambil alih oleh seorang Dj yang duduk di pinggir stage dan ditemani seorang vokalis wanita. Dengan penuh percaya diri para model berjalan di atas cat walklighting yang dioperasikan oleh Uwow memberikan efek cahaya yang sempurna bagi penampilan para model dalam memamerkan kostum yang mereka kenakan. Para fotografer seperti ‘panen’ angel. Jeprat-jepret suara kamera di sana-sini. Para model beserta desainernya masing-masing naik ke atas panggung, memberikan tanda hormat pada penonton sebagai bentuk terima kasih sekaligus juga menutup seluruh rangkaian acara Art of Costum.         

Perancangan kostum dengan inspirasi "Mega Mendung", karya Puad Saefuzzaman (Foto Yuli Tubel)


Wawa Saptarini sebagai model yang mengenakan kostum dengan tema Biota Laut mengatakan; “menjadi model adalah pengalaman pertama bagi saya, deg-degan. Ini menjadi pengalaman baru bagi saya. Saya ‘kan dari Jurusan Tari, hanya bisa menari saja, dan ternyata untuk berlenggak-lenggok di atas cat walk, itu sangat sulit bagi saya”, saat diwawancarai Daunjati.

Tidak ketinggalan juga dari penonton ikut mengomentari acara Art of Costum tersebut, salah satunya Septian Prima mahasiswa Widyatama “Acara tadi sangat seru banget , semua desainnya itu sangat berkarakter, dari segi penyajiannya itu, dari awal sampai akhir sangat bagus.” Sebagai seorang fotografer ia juga menambahkan “Kebanyakan ‘kan kalau dari fashion show yang lain lebih condong ke fashion mengikuti zaman, jadi lebih ke westernnya gitu. Kalau ini ‘kan ada Nusantaranya, begitu sih. Jadi kalau saya pribadi suka banget” , pungkasnya kepada Daunjati.

*Wartawan Magang Daunjati, Jurusan TV dan Film ISBI Bandung
** Reporter Pers Daunjati . Menulis (puisi dan esai), menjadi aktor teater, dan meneliti seni.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger