Headlines News :
Home » » BUNYI DAN CAHAYA YANG MENUSUK TUBUH

BUNYI DAN CAHAYA YANG MENUSUK TUBUH

Written By LPM DAUNJATI on Selasa, 08 Desember 2015 | 00.14.00


satu penari melakukan tariannya di antara bias cahaya utama (Foto Ratu Fani Fadilah*)


Daunjati, Bandung, (07/11) — Tepat pada pukul 20:00 WIB, dalam rangkaian acara Visual Attack yang diselenggarakan oleh mahasiswa Seni Rupa ISBI Bandung salah satunya yaitu; Prehistoric Soul Video Project : Human is Alien, berlangsung di Teater Kebun ISBI Bandung. Prehistoric  Soul Video Preject : Human Is Alien adalah suguhan dari alumni Seni Rupa, “soal preistoric itu sendiri Mas Yonas yang ngurus, Prehistoric itu sebagai undangan, jadi mereka sebenarnya tour, ada orang Bali, orang Lebanon juga yang kemaren sudah dari Jakarta Bienalle, terus pengen maen di Bandung dan kebetualan ada acara Visual Attack dan di urusin sama alumni “, tegas Moyan, ketua pelaksana Visual Attack.

Di bawah rintik hujan yang masih menguasai ketakutan orang-orang terhadap basah, Prehistoric Soul Video Project : Human is Alien tetap berjalan dan menyajikan video mapping yang dipancarkan ke bentangan dua kain kecil kira-kira berukuran lebar 50 cm dan tinggi 2 meter di atas teras Teater Kebun. bentangan kain itu dipasangkan ke bambu yang membentuk seperti kerucut setengah terbalik. Dengan kain selebar itu, video mapping memancarkan tidak hanya ke kain tapi memancar ke pohonan dan tembok sekitar, sehingga kerlap-kerlip warna yang disajikan menjadi pusat perhatian orang-orang yang melintas di area Teater Kebun tersebut.  

Seiring bergantian warna-warna yang memancar, diiringi juga oleh musik kolaborasi, antara racikan musik DJ dan instrumen petik menyerupai rebab, seakan menjerit dalam warna-warni kilauan di permukaan bambu, pohon dan tembok. Lembabnya malam itu menambah suasana teror. Dari keharmonisan video mapping dan musik racikan itu, perlahan mengiringi langkah penari berkostum kuning masuk. Tarian berakhir seiring musik dan video mapping beralih ke sisi kanan teras Teater Kebun.

Penyajian video mapping, musik, dan tarian ini menjadi bahan tanggapan dan komentar tersendiri, “saya sangat tertarik sama video mapping, Video mapping-nya bener-bener mantep, Terus juga soundnya mantep sekali. Secara keseluruhan gak ada kritik, cuma yang saya pengen sih kontinuitas, lebih berkelanjutan”, papar Handaru Tesla, mahasiswa DKV dari salah satu Universitas di  Cirebon. Tanggapan lain datang dari salah satu mahsiswa UNPAD, “Tadi datang itu aku agak telat, tapi sempet liat video mapping dan sempet kepo juga. Video mapping-nya dan sound artisnya, kereng banget”, pungkasnya kepada Daunjati. [Hilmie Zaeni)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger