Headlines News :
Home » , » PTR: LANGKAH AWAL MENUJU FTR V

PTR: LANGKAH AWAL MENUJU FTR V

Written By LPM DAUNJATI on Sabtu, 12 Desember 2015 | 08.09.00


Materi Treatment oleh Irwan Jamal (Dokumentasi FTR 5)

BANDUNG, Daunjati – Sabtu (12/12) Himpunan Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) menggelar kegiatan PTR (Pelatihan Teater Remaja) yang diadakan di Studio Teater ISBI Bandung. PTR (Pelatihan Teater Remaja) ini adalah rangkaian dari acara Festival Teater Remaja (FTR) se-Jawa Barat. Festival Teater Remaja ini dimulai sejak tahun 2008 silam dan tahun 2016 yang akan datang adalah gelaran FTR yang ke-5.

Festival ini diikuti oleh para pelajar tingkat SMA/SMK yang ada di Jawa Barat, terdiri dari berbagai macam kelompok/sanggar teater yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. PTR ini bertujuan untuk memberikan workshop kepada para peserta sebagai modal awal untuk menyambut Festival Teater Remaja se-Jawa Barat yang Ke-5, yang nantinya akan diselanggarakan pada bulan Maret 2016 dengan tema yang diambil adalah “Kamu Pikir Kamu Siapa?”

Workshop yang diberikan terhadap para peserta ada berbagai macam, di antaranya; materi treatment naskah, pemeranan, penataan artistik dengan pemateri Irwan Jamal, M. Wail Irsyad, dan Joko Kurnain, S.Sn, M.Sn—kegiatan PTR kemudian diakhiri dengan diskusi perihal tema yang diusung pada FTR Ke-5 dipandu oleh Muhammad Habib dengan pemateri Taufik Darwis dan M. Ikbal Maulana.

Materi Pemeranan oleh M. Wail Irsyad (Dokumentasi FTR 5)

Dari hasil kegiatan PTR ini, menurut Genta salah satu peserta, selaku pembimbing dari kelompok Bengkel Seni Kartini SMA Bakti Kartini Bekasi, secara kesuluruhan materi yang diberikan cukup tersampaikan, meskipun secara psikologis daya tangkap masing-masing orang berbeda dan  juga acara workshop ini terlalu singkat jika diadakan dalam satu hari saja, meskipun demikian workshop ini sangat dimanfaatkan oleh kelompok Bengkel Seni Kartini Bekasi.

FTR Ke-5 ini menjadi perdebatan di media sosial perihal jangka waktu yang memang terbilang pendek pada festival tahun ini, karena memang para peserta harus sudah mempersiapkan kelompoknya sedemikian matang, mengingat bahwa bulan Maret 2016 acara Festival Teater Remaja berlangsung—dan secara tidak langsung para peserta mempunyai waktu selama dua bulan untuk berproses demi menghasilkan pertunjukan yang maksimal.  

Materi Artistik oleh Joko Kurnain, S.Sn, M.Sn. (Dokumentasi FTR 5)

Menanggapi hal tersebut Muhammad Habib selaku ketua pelaksana Festival Teater Remaja ke-5 mengemukakan, bahwa belum ada ketetapan tanggal mengenai acara Festival Teater Remaja itu sendiri, karena memang berbenturan dengan beberapa jadwal akademik yang belum turun dari kelembagaan. Di samping itu para panitia sudah mencuri start untuk nge-booking Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung, yang di mana nanti akan menjadi tempat Festival Teater Remaja berlangsung. Oleh karena itu strategi untuk menyiasati hal tersebut, yaitu dengan menjalin komunikasi lebih intens antara kepanitian dan peserta. [Immanuel Deporaz]
Share this post :

+ komentar + 9 komentar

15 Desember 2015 07.01

Jadi yang bener yang mana, Ftr 5 diselenggarakan maret 2016 atau belum ada ketetapan tanggal?

15 Desember 2015 07.06

Apa yg gk ikut PTR masih bisa ikut Ftr 5?

15 Desember 2015 07.11

Kalo liat poto, kok dikit amat yg ikut PTR? Masa cuma segitu teater sma/smk se-jabar?

16 Desember 2015 21.53

Sampai Januari masih dibuka ya bang?

20 Desember 2015 05.13

Bang Ledakan Hari: Untuk yang tidak ikut PTR, disilahkan juga bisa menngikuti Festival Teater Remaja (FTR) V. Syarat dan Mekanisme FTR V 2016, bisa dilihat di laman grup Facebook "Festival Teater Remaja V se-Jawa Barat 2016". Ini linknya: https://www.facebook.com/groups/388613144607161/ atau juga bisa kontak Facebook Humas Ftr, berikut linknya: https://www.facebook.com/ftr.kmt

Menanggapi soal banyak dan tidak banyaknya pas PTR, memang tidak semua SMA/SMK se-Jawa Barat yang datang. Ini juga kesalahan panitia dalam hal publikasi. Terima kasih.

20 Desember 2015 05.22

Untuk Bang Ledakan Hari dan Bang Lukman kami sertakan Syarat dan Mekanisme FTR V se-Jawa Barat 2016:

FESTIVAL TEATER REMAJA V Se-Jawa Barat
KELUARGA MAHASISWA TEATER (KMT) STSI/ISBI BANDUNG
“Kamu Pikir Kamu Siapa?”
Syarat & Mekanisme Festival
1) Kelompok Peserta adalah kelompok teater yang berada di provinsi Jawa
Barat.
2) Setiap kelompok mewakili sebuah sekolah, gabungan dari beberapa sekolah,
atau tidak mengatasnamakan sekolah (berasal dari kelompok teater
indipenden).
3) Ketentuan Peserta :
- Aktor adalah siswa aktif dibuktikan dengan kartu pelajar.
- Bagi 3 orang alumni masih diperbolehkan menjadi aktor dalam batas
usia 19 tahun dibuktikan dengan kartu identitas (masih berusia 19
tahun pada 21 desember 2015).
- Naskah dibebaskan (boleh dibuat sendiri atau memakai naskah
orang lain).
- Pertunjukan wajib sesuai dengan tema.
- Bagi remaja yang bukan pelajar (tidak sekolah) diperbolehkan menjadi
aktor dalam batas usia 19 tahun dibuktikan dengan kartu identitas
(masih berusia 19 tahun pada 21 Desember 2015).
- Dalam hal ini yang disebut remaja minimal berusia 15 tahun (apabila
tidak memiliki Kartu Pelajar & belum mempunyai KTP, maka harus
dibuktikan dengan akte kelahiran).
4) Pada tanggal 12 Desember 2015 akan ada workshop pra-FTR/Pelatihan Teater
Remaja. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Liska Diana
(085624052600). Di dalamnya nanti akan ada pembahasan mengenai tema &
mekanisme FTR V.
5) Pembukaan pendaftaran tanggal 7 Desember 2015 – 4 Januari 2016. Formulir
Calon Peserta dapat diunduh di grup facebook Festival Teater Remaja V seJawa Barat tahun 2016. Pendaftaran menjadi calon peserta tidak dipungut
biaya.
6) Bagi yang sudah mengisi formulir pendaftaran harap mengirimkan ke
festivalteaterremaja5@gmail.com. Bagi yang sudah mengirimkan formulir
harap konfirmasi ke Irwan Firmansyah (085722076067). Selanjutnya akan
dikonfirmasi ulang oleh pihak panitia.
7) Calon peserta FTR wajib melakukan pertunjukan di sekolah atau lingkungan
kelompoknya masing-masing (Pertunjukan Lokal). Pertunjukan tersebut
didokumentasikan secara utuh dan dikirim dalam bentuk DVD ke
Kesekretariatan Keluarga Mahasiswa Teater, Kampus ISBI Bandung Jalan
Buahbatu no. 212 Bandung, Jawa Barat. Batas Maksimum pengiriman tanggal
21 Februari 2016.
8) Adapun indikator penilaian dalam kurasi:
- Sejauh mana pertunjukan mempertaruhkan ide yang menawarkan
kebaruan dalam teater sekaligus mewakili dorongan kreativitas dan
realitas remaja.
- Sejauh mana gagasan mampu diterjemahkan dalam bentuk praktik
artistik, yang meliputi: Penyutradaraan, Keaktoran, Penataan Artistik (sett
property, hand property, kostum, rias, cahaya), Penataan Musik.
9) Peserta FTR V diumumkan pada tanggal 29 Februari 2016. Pengumuman
tersebut dapat dilihat di grup Facebook “Festival Teater Remaja V se-Jawa
barat tahun 2016”. Bagi peserta FTR V wajib melakukan registrasi ulang dan
membayar biaya administrasi sebesar Rp. 400.000,-.
10) Panitia memberikan penghargaan untuk:
• Pementasan terbaik pertama
• Pementasan terbaik ke-2
• Pementasan terbaik ke-3
• Penyutradaraan terbaik
• Aktor laki-laki terbaik
• Aktor perempuan terbaik
• Penata Artistik terbaik
• Penata Musik terbaik
• Teks Teater terbaik
• Poster Terbaik (dinilai oleh panitia)
11) Technical Meeting dilakukan pada 12 Maret 2016.
12) Peserta Wajib membawa materi publikasi*:
a. Poster dicetak dengan ukuran A3.
b. Baliho vertikal dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 1 meter.
*Poster & Baliho wajib mencantumkan logo Festival Teater Remaja &
Keluarga Mahasiswa Teater. Logo dapat diunduh di grup Facebook
dan dibawa pada saat technical meeting.
13) Pelaksanaan Festival Teater Remaja V dilakukan pada 19 – 27 Maret 2016.

20 Desember 2015 05.24

Tema
“KAMU PIKIR KAMU SIAPA?”
FTR V Se-Jawa Barat KMT STSI Bandung
Isu-isu besar seperti terorisme, konflik antar umat beragama, konflik suku,
maju-mundur sebuah bangsa, politik dalam dan luar negeri, kerusakan lingkungan,
heboh selebriti, sejarah konflik ideologi negara, dsb, yang membludak hari ini di
sebuah medan bernama sosial-media. Pun di media yang hadir sebelumnya, seperti
televisi, membuat publik semakin kebingungan untuk membaca atau sekedar
melihat dirinya untuk memilih atau ada di posisi yang mana.

Tapi itu yang dialami publik secara umum. Sebab memang gejala pengguna
sosial-media tidak berbatas usia. Dari orang dewasa sampai anak-anak. Tapi
bagaimana jika kita melihat kepentingan ini: kelahiran sebuah generasi. Ketika
orang tua – yang bisa kita katakan secara sinis – tinggal mengisi waktu dengan
pilihannya, juga anak-anak yang masih ada dalam ‘lindungan’ aturan orang tuanya
masing-masing. Apa yang terjadi di dalam kondisi remaja?
Remaja adalah kondisi goyah, di mana hubungan internal-eksternalnya tidak
begitu tegas, antara pilihan dan aturan. Antara di dalam rumah atau di luar rumah.

Antara menjadi diri sendiri atau menjadi orang lain. “Kamu Pikir Kamu Siapa?”
adalah pertanyaan reflektif atau sekaligus interogatif untuk membuka dan membaca
peristiwa ‘di antara’ tersebut. Terutama untuk menelisik kontestasi identitas yang
menyerbu remaja, yang ditawarkan medan eksternalnya, era media dan medanmedan lain yang dianggap negatif oleh masyarakat: gankster, narkoba, free sex, dll.

20 Desember 2015 05.24

Apa yang sebenarnya terjadi pada remaja sehari-hari, ketika di dalam rumah
dan di luar rumah? Pilihan-pilihan menjadi apa dan siapa saja yang ada di
hadapannya? Dengan siapa dan apa saja remaja berhubungan untuk mencapai itu?
Apa yang remaja lakukan? Apa yang didapatkan? Apa yang diambil? Ketika ada
gap antara being and doing, siapa sesunggunya remaja? Pertanyaan-pertanyaan
turunan tersebut adalah contoh konsekuensi dari pertanyaan awalnya: “Kamu Pikir
Kamu Siapa?”.

Identitas bukan sesuatu yang dicapai dalam keterisolasian; dia merupakan
sebuah usaha sosial dan kolektif, bukan sebuah pengalaman individu. Identitas
bukan sebuah persoalan menyangkut pilihan individu, misalnya saya tidak secara
bebas memilih untuk menjadi orang yang seperti ini dari pada orang yang seperti
itu (walaupun saya menolak posisi dari yang lain). Jadi, bukan siapa sesungguhnya
saya tetapi bagaimana kita memperoleh atau meraih identitas, di bawah batasan
apa, dan pada konteks apa. Ini berarti bahwa identitas bukan “diberikan” tetapi
sesuatu yang dihasilkan melalui banyak media yang digunakan untuk menjelaskan
dan memahami kehidupan sehari-hari dalam jaringan hubungan sosial. Itulah yang
akan coba kita cari lewat teater.

Sama seperti halnya identitas remaja, identitas teater remaja dikerjakan lewat
performasi personal dan sosial. Melalui bentuk drama yang dipahami secara umum
misalnya, remaja mulai belajar membaca dirinya sendiri dengan cara memerankan
orang lain. Bahwa aku tidak pernah ada tanpa orang lain. Dengan memerankan
orang lain ada dua usaha yang perlu ditempuh: membaca diri sendiri dan mengerti
orang lain. Dari mulai cara menatapnya, nafasnya, gerakan leher ketika menoleh
atau gestur lainya, pikiran, sampai kedalaman perasaan orang lain. Konsekuensi
dari pilhan bentuk ini adalah bagaimana remaja perlu mempunyai intensitas
berlatih di antara ketegangan waktu di sekolah dan di rumah. Tapi pertanyaan
“Kamu Pikir Kamu Siapa?” adalah pertanyaan reflektif, sekaligus intogratif dan
sangat mengarah langsung pada remaja. Apakah pertanyaan tersebut bisa
diusahakan dijawab melalui (tubuh) orang lain atau (tubuh) remaja (sendiri)?

Identitas Teater Remaja, sama halnya dengan identitas remaja yang
berhadapan dengan relasi sosialnya dan akan terus-menerus ditafsirkan dan
ditafsirkan kembali. Maka dari itu, Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) STSI/ISBI
Bandung pada Festival Teater Remaja (FTR) V se-Jawa Barat, dengan pengalaman
dan evaluasi penyelenggaraan sebelumnya dari FTR I (2008) sampai FTR IV (2014)
mencoba untuk melakukan penajaman tema festival yang biasa kurang diacu dan
direspon selama pelaksanaan. Festival kali ini membuka seluas-luasnya pilihan
pencarian bentuk untuk mengolah tema, seturut bagaimana permasalahan identitas
remaja ini dieksplorasi. Setidaknya tema kali ini: “Kamu Pikir Kamu Siapa?” bisa
menjadi pintu untuk mencari keduanya. Penajaman tema ini diharapkan mampu
membawa FTR tidak hanya sebagai kompetisi dengan ukuran-ukuran yang diyakini
di ranah teater, tetapi lebih sebagai usaha untuk mencari. Meskipun kita mungkin
tidak bisa memprediksi, di depan kita bisa sama-sama menemukan estetika dan
dramaturgi teater khas teater remaja. ***

20 Desember 2015 05.25

ang Ledakan Hari: Untuk yang tidak ikut PTR, disilahkan juga bisa menngikuti Festival Teater Remaja (FTR) V. Syarat dan Mekanisme FTR V 2016, bisa dilihat di laman grup Facebook "Festival Teater Remaja V se-Jawa Barat 2016". Ini linknya: https://www.facebook.com/groups/388613144607161/ atau juga bisa kontak Facebook Humas Ftr, berikut linknya: https://www.facebook.com/ftr.kmt

Menanggapi soal banyak dan tidak banyaknya pas PTR, memang tidak semua SMA/SMK se-Jawa Barat yang datang. Ini juga kesalahan panitia dalam hal publikasi. Terima kasih.

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger