VISUAL ATTACK DAN SEGUDANG HARAPAN


Salah satu instalasi, karya Peye, di acara Visual Attack
(Foto: Ratu Kecoa Terbang) 
Daunjati, Bandung— Senin Siang (07/11) – Di tengah hujan yang terus turun, para punggawa Fakultas Seni Rupa sedang siap-siap membuat ‘LapakBadjingan SR’, sementara di ruang yang sempit di dekat ruangan UPT Kostum, tampak dua orang sedang mendengarkan lagu rock n roll tanpa rokok dan kopi, dan seorang lagi sedang membetot kontra-bas. Mereka semua adalah orang-orang yang sedang menjalankan acara Visual Attack, yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Fakultas Seni Rupa, terdiri dari HIMTARIUS, Gama Seni, dan Kamasra. Mereka semua saling bahu membahu membentangkan kain hitam, mendisplay meja, memasang instalasi. Satu-satunya musik bagi gerak mereka adalah air hujan.

Visual Attack adalah acara yang menggabungkan tiga HMJ Fakultas Seni Rupa ISBI Bandung, di mana secara internal mereka ingin mencoba gawe bareng dalam satu tajuk acara. Seperti yang diungkapkan Moyan Ayu Larasati sebagai ketua pelaksana Visual Attack, “kalau buat tujuan kegiatan ini sih, aku ‘tuh kepengen nyatuin si jurusan (fakultas, maksudnya) Seni Rupa ini, biar ada suasana proses bareng-bareng—ini juga supaya ada perkenalan masing-masing mahasiswa di satu jurusan yang sama, di kampus yang sama”, terangnya kepada Daunjati.

Acara Visual Attack ini tidak hanya tertutup buat internal kampus saja, dan juga tujuannya tidak hanya untuk mahasiswa Seni Rupa saja, akan tetapi Visual Attack ini dibuka secara umum, juga memiliki harapan buat eksternalnya. “Untuk tujuan ke luar kampus, selain sebagai ajang silaturahmi, juga untuk menunjukan bahwa anak-anak Seni Rupa yang ada di kampus ini ‘ada’, soalnya Seni Rupa yang ada di sini ‘tuh kurang ke-publish, ini bisa terjadi karena kurangnya publikasi, dan lain sebagainya juga sebagai upaya untuk memperkenalkan bahwa anak Seni Rupa di sini memiliki potensi”, ungkap Moyan, perempuan berambut pendek dan penikmat rokok serius.

Sebagai acara yang berada di bawah kontroling lembaga, terutama bagian kemahasiswaan, tentu saja Visual Attack tidak bisa terselenggara tanpa ada sokongan dana dari lembaga. Menurut Moyan, “acara Visual Attack ini tidak disponsori oleh sponsor mana pun. Kegiatan ini memakai alokasi dana yang disediakan oleh ke-3 HMJ di Fakultas Seni Rupa ISBI Bandung—seluruh pengajuan dana aman terkendali, sudah cair!”, ungkapnya.

Visual Attack juga membuka 'LapakBadjingan SR'
(Foto: Ratu Kecoa Terbang)
   Visual Attack ini digelar dari tanggal 7 Desember-14 Desember 2015 di area pendopo dan sekitaran kelas Fakultas Seni Rupa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Visual Attack menghadirkan beberapa konten acara, salah satunya adalah Workshop Sablon yang dipandu oleh Pery Anwar. Tentu saja karena Visual Attack tidak hanya melibatkan mahasiwa di kampus ISBI ini, tetapi melibatkan pula mahasiswa dan non-mahasiswa di luar kampus ini. Antusiasme publik terhadap kegiatan ini tidak diukur dari banyaknya peserta yang terlibat dalam setiap konten acaranya, “acara ini sebenarnya terbuka untuk umum, namun peserta umum yang ikut mendaftar tidak terbilang banyak. Kegiatan ini setidak-tidaknya bisa masuk dan menyusup tidak hanya ke Fakultas Seni Rupa saja, tapi juga Fakuktas lain yang ada di kampus ini”, tegas Moyan, sambil sesekali senyum ramah.

Visual Attack adalah sebentuk acara yang mencoba mengelaborasi gagasan yang dekat dengan tubuh mereka dan segudang harapan mahasiswa Fakultas Seni Rupa ISBI Bandung, untuk kemudian diterbang-layangkan, “semoga tahun depan Visual Attack bisa lebih baik dan menjadi acara tahunan-nya Fakultas Seni Rupa ISBI Bandung”, pungkas Moyan, si perempuan yang selalu memakai baju over all tersebut. [Mohamad Chandra Irfan/MZR)

Related

Seni Rupa 8080289928982560223

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item