CITRA TARI DAN 48 TAHUN PRODI

Pintu Manusia-Ary Ersandi, Foto: John Heryanto
Daunjati, Kamis siang (30/03) — Sejak berdirinya Konservatori Tari (KORI)  pada tangggal 31 Maret 1968 dengan koordinator Drs. Zaenal Wahid hingga kini menjadi ISBI, tak terasa hampir setengah abad sudah Prodi Tari berdiri dan sampai kini telah menghasilkan 2000 lulusan alumni sejak 48 tahun lalu.

Pada sela-sela acara gelar karya dosen dan alumni yang berlangsung dari pukul 08.00 pagi hingga tengah malam nanti, perayaan tahun ini sejarah kembali dibaca sebagai sebuah ingatan yang tumbuh dari yang lalu dan masa yang akan datang. Acara Napak Tilas menjadi jembatan antara perayaan dan cita-cita membangun tari. Pada acara inilah para alumni berbagi pengalaman tentang masa lalu seperti Prof. Iyus Rusyana, Prof. Endang Caturwati, Dr. Een Herdiani, dll.

Pada sesi tersebut selain perjalanan tari juga muncul gagasan mendirikan Fakutas Tari pada 5 tahun mendatang sebagaimana dikatakan Prof. Iyus bahwa, “Tari di ISBI mestilah jadi Fakultas sebab tari di sini berbeda dengan tari di daerah lain seperti Solo dan Yogya yang ada keraton”. Jika memang Prodi Tari bermaksud menjadi fakultas yang berangkat dari perebadaan kultur antara keraton dan bukan, sudahkan Prodi Tari menjadi Pusat pengembangan kebudayaan khususnya berkaitan dengan Tari? Hal ini pun senada dengan apa yang diungkapkan Enoh Atmadibrata: ketika ini menjadi ISBI di mana pusat kebudayaan bermuara, lantas budaya kita mau ke mana? (John Heryanto/ JH)

Related

Tari 3421002418953544398

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item