TIDAK USAH MENGIKUTI YANG LAIN, LEBIH BAIK UNTUK SEKOLAH ANAK SAYA

*Berita hasil pelatihan Jurnalistik dan penerimaan anggota baru Daunjati.

Daunjati – minggu, 24 april 2016 Saya mendatangi satu toko pinggir jalan yang menjual berbagai macam baju khas taman wisata  Ciater Subang. Toko itu milik ibu Sinta (40 tahun), warga asli kawasan ciater.  Ketika ditanya tentang taraf hidup masyarakat setempat  sejak dulu hingga sekarang, ibu Sinta menuturkan tidak ada perubahan yang terlihat di masyarakat setempat. Keadaan Masyarakat cenderung  sama seperti dulu dan tidak terpengaruh dengan gaya hidup pengunjung yang datang.

Ibu Sinta adalah seorang guru SD. Sudah lima tahun ini, selain menjadi seorang guru ia juga berdagang baju di taman sari ciater yang buka selama dua puluh empat jam setiap harinya. Pekerjaan itu ia lakukan setelah pulang mengajar, juga hari-hari libur. Pada hari biasa, ibu sinta menjaga toko bajunya mulai jam 2 siang setelah ia pulang mengajar sampai jam sepuluh malam lalu di gantikan oleh anak atau suaminya.

Setiap harinya, pengunjung yang datang ke taman sari ciater berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa. Hal ini yang pada satu sisi membantu ibu Sinta dalam perekonomian, tapi juga akan mempengaruhi gaya dan cara hidup masyarakat disekitarnya. Ketika saya tanya tentang pengujung yang datang dengan mobil-mobil dan serba glaour, Ibu sinta beranggapan, “semua itu tergantung kepada orangnya sendiri. kalau saya sendiri tidak mau terpenggaruh, karena saya tidak sesuai untuk menjadi glamor, saya sadar diri, sekolah lebih penting untuk anak-anak saya. tapi tidak tau yah kalau orang-orang disini, terpengaruh atau tidak.”

Melihat gaya pengunjung yang datang kesini,  memiliki sifat yang  tidak terlalu jauh dengan masyarakat di sekitaran taman sari ciater. Kebanyakan pengunjung berasal dari pulau jawa, jakarta, bandung dan kota-kota lainnya. Terlihat  pengunjung yang datang memang selalu dengan mobil atau rombongan bus, dengan gaya layaknya  seorang  turis khas ketika liburan.

Tutur ibu yang sekaligus seorang guru SD itu saat ditanya tentang pandangannya terhadap gaya hidup pengunjung ciater. “Kalau menurut saya itu tergantung pada orang nya, kalau saya sih karena saya tidak terlalu ingin mengikuti ya saya tidak mengikuti, buat apa kalau tidak cocok buat saya, terus saya ikuti”. ujar ibu sinta sambil tersenyum menyangka saya sebgai pembeli dagagan.

                                                              (sari kurniasari, Rias Busana/Wartawam Magang 2016) 

Related

Luar Kampus 1327190376810863053

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item