KRISNA MURTI, MENIMBANG MATA DAN TELINGA.

John heryanto

Krisna Murti. Foto: John Heryanto
Pada sebuah tayangan video, di ruang depan ketika memasuki ruang pameran di sayap B Selasar Sunaryo. Tampak Krisna berkemeja putih, duduk di kursi, di depan video ‘Soulscape’ mengatakan “televisi berkomunikasi dari atas ke bawah, sedangkan video masalah pandang dan dengar. Pada titik inilah ke 8 karya dipamerkan di raung B dan ruang sayap (15 April – 8 Mei 2016) menawarkan hal tersebut kepada penikmatnya bukan sejenis tayangan atau film di televisi melainkan hadir sebagai puisi yang memfokuskan diri pada mata dan telinga sebagai ‘Chaotic Jump’ diantara  yang berlalu dan yang terjadi, mempertanyakan kehadirannya.

Seni di sini hadir bukan lagi sebagai pengukuhan atas pemahaman yang didapat dari mengungkap realitas dihadapan melainkan sebagai jalan untuk menemukan pemahaman selanjutnya  dengan berbagai pengertian yang tanpa ujung selain dari pada ujung tatapanan dan pendengaran.

Pada ‘Earthquake’  ada lidah ombak menjilat bibir pantai, ia bukanlah air tapi sebuah video yang ditembakan infokus pada pasir di lantai. Bila dari jauh dan sepintas terasa di laut, akan tetapi semakin lama video itu berjalan maka gambar tersebut berpindah ke mata sebagai cara melihat lebih dalam bahwa itu semua tidaklah hadir sebagai mana adanya. Di sinilah mata dan telinga penikmat diuji keberadaanya dari apa yang terdapat dihadapan sebagai cara yang berbeda dari mengadanya sesuatu dalam realitas. kiranya hanya karya inilah yang bersentuhan secara langsung dengan audiennya, sedangkan yang lainnya membawa pengunjung untuk berpindah dan berulang mengalami dan mempertanyakan segala apa yang didepan.

Krisna Murti 'Soulscape'. Foto: John Heryanto

Krisna Murti merupakan seorang seniman video 90-an, sejak tahun 2000-an memfokuskan diri pengamatannya pada perkembangan seni media. Beberapa pandangan seni-nya tertuang dalam buku Video Publik (Kanisius, 1997) dan Eassy on Video Art and New Media: Indonesia and Beyond (IVVA, 2009).

“Mengapa kita selalu menganggap sesuatu yang ada di (layar) televisi sebagai suatu kenyataan? Sutau kebenaran?” (Krisna Murti)

Related

Seni Rupa 2394866658698176992

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item