KISAH KASIH DI DESA atau KAPITALIS MASA KINI.

oleh John Heryanto




Judul              : Kapitalisasi dalam Penghidupan Perdesaan
Penulis          : Dede Mulyanto, Deni Mukbar, Maria Endah, Puput Aryo Saputro, Sofwan    Samandawai.
Penerbit         : Yayasan AKATIGA, Bandung 2009.

Tebal              : vi + 416 hlm.

Ketika lebaran datang, ketika itu pula hampir setiap orang teringat kampung halaman. Dimana desa kembali menjadi tempat bertemunya kota dan kampung, menjadi suka duka-nya mudik setiap orang. Baragkali cerita tentang desa adalah kisah yang tak akan pernah selesai untuk dibicaran setiap harinya dari dulu hingga kini perlahan menjadi “konon katanya” -ditengah giatnya pembangunan desa melalui Dana Desa sebesar 1 milyar per desa di suluruh Indonesia dalam revolusi mental-nya Jokowi. Kiranya buku ‘Kapitalisasi dalam Penghidupan Pedesaan’ dapat menjadi teman ngopi santai setelah mudik usai.

‘Kapitalisasi dalam Penghidupan Pedesaan’ disusun berdasarkan hasil penelitian Dede Mulyanto, Deni Mukbar, Maria Endah, Puput Aryo Sputro dan Sofwan Samandawi di desa yang disamarkan namanya menjadi ‘Wetankali’ Kutocilik Bayumas Jawa Tengah selama lima bulan sejak minggu petama bulan Mei sampai minggu ke dua bulan September 2007. Buku ini membicarakan pertumbuhan ekonomi pedesaan mengidentifikasi sumber-sumber penghidupan yang ada dan ciri-ciri pokoknya, sehingga dapat diketahui ‘siapa’ yang bisa dan yang tak bisa memasuki sumber-sumber penghidupan tersebut, dilihat dari berbagai kategori sosial pokoknya seperti jender, usia dan kelas sosial.

Desa dalam buku ini didekati dari hal yang terkecil yaitu pendekatan terhadap rumah tangga sebagai kesatuan produksi (sumber pengerahan tenaga kerja dan kapital) dan konsumsi. Dari inilah segalanaya terjalin.

Buku ini terdiri dari 11 bab meliputi Pendahuluan / Dinamika Wetankali dalam Perubahan / Tanah dan Air / Kepemilikan dan Penguasaan lahan pertanian / Perdagangan, keuangan, dan Industri Perdesaan / Komersialisasi kerja-kerja Pertanian / Dunia Gelap Para Pejudi dan Preman Kampung / Jender, Kelas dan Penghidupan / Bencana dan Arti Penting Pekarangan / Menyiasati Penghidupan dengan Hubungan Berlangganan / Kesimpulan.

Dari Kompeni hingga kini bernama kapitalis
Wetankali terletak di kecamatan Kutocilik, berada di lembah selatan lereng perbukitan Serayu. Desa ini sebelumnya merupakan bagian dari Desa Purwogondo. Desa Purwogondo merupakan desa yang sengaja dibuka atau dioraganisasai ulang dalam rangka menyiapkan pasokan bahan pangan untuk pasukan Sultan Agung yang sedang dalam ekspedisi penyerbuan Batavia (1628-1629). Artinya Purwogondo terbentuk sekitar paruh kedua abad ke 17.

lokasi desa berada tak jauh dari Jalan Raya Pos (Groote Postweg) Daendels sehingga daerah ini menjadi bagian dari lalu lintas sibuk yang menghubungkan jawa dengan bagian timur dan barat. Sedangkan tanah dan budidaya tanaman pangan dan tanaman komiditas sudah berlangsung sejak abad ke-9 beserta industri pedesaan dan perdagangan. Namun sejak bangsa Eropa / VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) masuk (abad -17) hubungan-hubungan produksi, kepemilikan, dan arti penting pertukaran pasar mengalami perubahan terus menerus hingga kini.

Ciri mendasar ekomomi perdesaan adalah pada kemadeganannya. Kemandegan ini berakar dari di dalam ciri asli kehidupan perdesaan yang berorientasi pada kerukunan sosial dan harmonisasi hubungan sosial. Sementara ekonomi kapitalistik memiliki ciri dasar adanya akumulasi kapital, dan peningkatan teknik-teknik produksi terus menerus untuk mencapai tingkat akumulasi lebih tinggi.

Kapitalisasi pertanian  sejak masa kolonial hingga puncak revolusi hijau di masa orde baru, telah secara bertahap memilah komuniti perdesaan ke dalam dua ‘kelas’ pokok. Kedua ‘kelas’ pokok tersebut adalah segelintir pemilik kekuatan produktif (tanah, teknologi, dan kapital) yang menghidupakan pokok rumah tangganya  bersumber dari kekuatan produktif tersebut, serta segolongan rumah tangga yang memiliki sedikit kepemilikan dan sumber pokok  penghidupan berasal dari penjualan jasa tenaga kerja.

Hasil akhirnya memunculkan apa yang disebut proletrait pedesaan (segolongan orang yang pokok penghidupannya betul-betul hanya dari penjualan tenaga kerja). Degan kata lain kapitalisme pedesaan tidak hanya mempertegas keragaman ekonomi, tapi juga diferensiasi sosial yang salah satunya tampil dalam wujud proletarianisasi.


Produktifitas pertanian cendrung menguntungkan para pemilik lahan saja. Maka,  munculah kesenjagan dalam perolehan manfaat dari bibit unggul, pupuk dan traktor. Akibatnya mulai ramai kembali penduduk muda usia yang keluar desa mencari sumber sumber penghidupan ditempat lain. Pada masa inilah muncul tren menjadi TKI/TKW, meningkat hingga kini orang desa menjadi buruh tani di kota maupun di desanya sendiri menduduki tempat teatatas 40,9%.

Related

Buku 4850992413676792934

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item