KKN ISBI BANDUNG & MASYARAKAT CIWIDEY SIAP PECAHKAN REKOR PEMAIN BANGKONG REANG TERBANYAK




Bangkong reang merupakan kesenian yang bermula dari rasa syukur kepada Yang Kuasa atas hasil panen, dimainkan di sawah. Seiring dengan perkembangan zaman, bangkong reang-pun tidak lagi dimainkan di sawah – sawah tapi di rumah - rumah warga, di tempat sukuran, hajatan nikahan maupun sunatan pada tahun 1963. Hingga akhirnya meyebar ke daerah lain tidak hanya di Ciwidey tapi juga menyebar Bandung, dan Cianjur. 

Kini pemain bangkong reang di kecamatan Ciwidey bisa dihitung dengan jari, salah satunya yang masih bertahan sampai hari ini ada di Desa Lebak Muncang dan Rawa Bogo itu pun sudah jarang pentas sebagaimana diungkapkan oleh Budi, mahasiswa KKN di Lebak Muncang bahwa “di desa tempat saya KKN dimana bagkong reang pertama kali ada, dari hasil penelusuran selama dua minggu tak lagi ditemukan sanggar maupun pemain bangkong reang. Yang tersisa hanya ada Abah Iwan  yang waktu mudanya sebagai pemain bangkong reang tapi sekarang sudah tidak lagi”. Hal ini pun senada dengan pernyataan Hamdan, Kepala Desa Sukawening bahwa “dulu waktu saya muda, saya sempat jadi pemain bangkong reang. Kini tak ada lagi orang yang mau menjadi pemain bangkong reang bahkan saya juga sudah lupa bagaimana suaranya. Padahal dulu tahun- tahun 70an di desa- desa yang ada Ciwidey tidak hanya sukawening banyak pemain bangkong reang makanya zaman dulu itu sering ada silaturahmi keliling antar pemain bangkong reang” 

Acara pemecahan rekor pemain bengkong reang terbanyak ini di gelar sebagai upaya untuk mendongkrak kreatifitas dan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budayanya sendiri sekaligus pengembangan dari kesenian yang tumbuh di desa – desa kecamatan Ciwidey (environmental development). Sebagaimana yang dinyatakan Arif Gejos, selaku kordinator KKN ISBI Kecamatan Ciwidey “Pemecahan rekor pemain bangkong reang terbanyak ini sengaja digelar guna menghidupkan kembali kesenian yang mulai punah di Ciwidey”.

Parahyena, salah satu pengisi acara "Rang ing Ciwidey"sedang berlatih.
Sedangkan bagi warga kecamatan Ciwidey acara ini selain sebagai hiburan juga membawa kebanggaan tersendiri akan daerahnya. “Saya terharu dengan banyaknya orang yang main bangkong reang, karena kita dapat memiliki kecintaan kembali terhadap kesenian sendiri, mudah - mudahan kedepannya bangkong reang benar – benar dapat hidup kembali seperti halnya kembalinya orang yang hilang”. Ucap Iwan Nataprawiderja, sesepuh Nengkelan yang sempat mengenyam pendidikan di  KOKAR  Bandung dan New York.

Selain Pemecahan rekor pemain bangkong reang terbanyak, acara "Reang ing Ciwidey" yang berlangsung pada tanggal 7 September 20016 di Lapangan Danalaga Ciwidey. Akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan dari hasil pemberdayaan (art community empowerment) di desa – desa selama satu bulan menjalani proses Kuliah Kerja Nyata (KKN)  dan pertunjukan special dari Parahyena, Tatanggaranda83 dan USB. 

(John Heryanto)

Related

Musik 7254757035378655808

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item