Headlines News :
Home » , » ALIANSI MAHASISWA PEDULI LITERASI TELKOM UNIVERSITY MENUNTUT KEBEBASAN AKADEMIK

ALIANSI MAHASISWA PEDULI LITERASI TELKOM UNIVERSITY MENUNTUT KEBEBASAN AKADEMIK

Written By LPM DAUNJATI on Selasa, 15 November 2016 | 00.59.00

Tampak massa aksi sedang melakukan mimbar bebas akademik di depan Gedung Learning Center
(Foto: MCI/Daunjati)
Bandung, Daunjati, 2016 -- Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya"Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi" melakukan aksi massa atas diambilnya hak mahasiswa untuk berkumpul, berdiskusi dan berpendapat di Telkom University Selasa (15/11) siang hari. Warek IV Telkom University telah mengambil dengan dalih untuk dikaji dulu, tiga buku yang kerap digelar oleh Perpustakaan Apresiasi. Tiga buku tersebut adalah, "Manifesto Partai Komunis, Seri Tokoh; Muso, dan Seri Tokoh; Njoto".

Aksi massa ini adalah bentuk tanggapan terhadap Warek IV Telkom University yang telah membawa buku tersebut. Terlihat sepanjang aksi mereka menyanyikan yel-yel aksi; "di mana-di mana sumbernya bencana, sumbernya bencana ada di Warek IV", kemudian lagu Darah Juang, dan Hallo-Hallo Bandung yang telah diaransemen liriknya.

Mereka melakukan long march dari kantin FKB menuju Gedung Learning Center. Dalam orasi sepanjang perjalanan, yang dipimpin oleh Korlap Wisnu Tri, dari megaphone yang digenggamnya terdengar aspirasi ketidakterbukaannya kampus terhadap kebebasan akademik dan pertumbuhan intelektual.

"Kawan-kawan, hak kita sebagai mahasiswa telah direbut paksa. Warek IV membawa buku-buku yang mereka sinyalir dianggap terlarang. Ini adalah bentuk pengekangan kampus terhadap mahasiswanya untuk mendapatkan pengetahuan", teriak Wisnu, sambil sesekali meyakinkan massa aksi yang lainnya.

Massa aksi menuju Gedung Learning Center (Foto:MCI/Daunjati)
Belum sampai ke lokasi Gedung Learning Center, tiba-tiba Wisnu dan massa aksi lainnya dicegat oleh satpam yang memakai motor andalannya. Satpam tersebut mencoba mempersuasi Korlap soal aksinya, apakah sudah ada koordinasi dengan pimpinan dan sejumlah pertanyaan lainnya, yang intinya untuk tidak melanjutkan aksinya.

"Ade dari mana? Ini orasinya apa? Apakah Ade sudah berkoordinasi dengan pimpinan? Saya juga mengerti bagaimana perasaan Ade semua", ucap satpam tersebut, sambil bibir gemetar dan wajah sedikit pucat.

"Kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi. Ya jelas ini orasi kami atas diambilnya buku-buku kami di Perpus Apresiasi. Jelas ketiga buku (Manifesto Partai Komunis, sudah masuk domain publik) dan (Seri Tokoh: Njoto, Seri Tokoh: Muso, adalah terbitan penerbit besar, Gramedia). Kami sudah meminta mediasi sama lembaga dan lembaga tidak menanggapinya", timpal Wisnu. Kemudian Wisnu melanjutkan pertanyaannya kepada massa aksi, "apakah akan berhenti atau lanjut?". Massa aksi tidak menjawab pertanyaan Wisnu, namun massa aksi jalan begitu saja, mengiyakan tanpa mesti dijawab dengan perkataan. Satpam kelabakan, massa aksi tidak bisa ditahan, mereka melanjutkan long march.

Sepanjang long march, orasi tetap berjalan dan mahasiswa yang berada di dalam kantin, di kelas-kelas, hanya melihat kerumunan massa aksi. Tidak ikut masuk ke barisan. Ada beberapa mahasiswa yang kemudian bergabung ke barisan, sambil langsung membawa perangkat aksi, berupa tulisan-tulisan di atas karton.

Selepas sampai di Gedung Learning Center, massa aksi kemudian berorasi, membuka mimbar bebas. Satu persatu menyatakan ketidaksepakatannya terhadap tindakan Warek IV, sebagai representasi dari lembaga Telkom University.

"Masa kampus berkelas Internasional, melarang mahasiswanya untuk baca buku!", ungkap Edo, dengan wajah datar tapi air mukanya menyimpan kegeraman.

Korlap aksi massa Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi Tel-U (Foto:MCi/Daunjati)
Di sela-sela massa aksi sedang berorasi, perwakilan dari lembaga, diwakili oleh Bagian Manajer Karakter Building, Igan, menghampiri massa aksi, sambil menanyakan duduk perkara juga tampak mengklarifikasi atas kejadian pengambilan tiga buku Perpus Apresiasi. Tapi di pihak massa aksi, tetap mempertanyakan posisi struktural Igan. Bagaimana sikapnya melihat kejadian ini.

"Sekarang gini aja, Pak, sebagai insan akademik, bagaimana menanggapi hal ini? Lepaskan dulu jabatan Bapak sebagai pejabat kampus!", cetus Edo.

"Ya, saya 'kan punya aturan di sini", jawab Igan, sambil tetap tidak menyatakan bagaimana sikapnya.

Menurut penuturan Igan, Warek IV tidak bisa hadir, karena sedang ada pertemuan di Purwokerto dan dia akan menyampaikan aspirasi massa aksi ke Warek IV.

Saat kami temui, Igan tetap tidak menjawab bagaimana sikapnya sebagai pribadi menanggapi hal ini dan apakah ini menjadi persoalan prioritas internal lembaga Telkom University.

"Ya, saya tidak bisa memberikan jawaban soal itu, nanti takut salah lagi. Ya kalau menjadi prioritas, itu 'kan belum dibicarakan lebih lanjut", jawab Igan.

Mengenai kejadian diambilnya tiga buku Perpus Apresiasi ini, Igan tidak banyak berkomentar, ia juga tidak terlalu banyak mengetahui. Kedatangannya menemui massa aksi hanya mandat dari Warek IV, untuk melihat bagaimana kondisinya dan kemudian disampaikan lagi ke pihak Warek IV. Akhirnya sampai pada kesimpulan, bahwa Igan tidak berada di pihak mahasiswa ataupun lembaga, jadi dia hanya ingin mediasi untuk kemudian menemukan solusi.

Massa aksi menempel seluruh perangkat aksi (Foto:MCI/Daunjati)
Sementara orasi tetap berjalan, Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi menuntut agar lembaga Telkom University  jangan sampai persoalan ini lari dari hal yang substansial, jangan mempersoalkan legal dan tidak legal komunitas Perpus Apresiasi, yang harus dikedepankan adalah persoalan kebebasan mengeksplorasi ilmu pengetahuan sebagai bagian dari hak mahasiswa.

Di akhir, massa aksi menempelkan seluruh perangkat aksi, teks-teks di atas karton ke seluruh papan triplek bangunan Gedung Learning Center bagian depan yang tampak sedang dibangun.

[Mohamad Chandra Irfan]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger