Headlines News :
Home » , » AMMUK DAN KOMITE MAHASISWA BANDUNG MENGGUGAT UKT/BKT

AMMUK DAN KOMITE MAHASISWA BANDUNG MENGGUGAT UKT/BKT

Written By LPM DAUNJATI on Senin, 02 Januari 2017 | 22.47.00

 Massa aksi tetap berdiri untuk berkampanye soal UKT (Foto: Daunjati)

Bandung, Daunjati – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat UKT (AMMUK) dan Komite Mahasiswa Bandung Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, menggelar aksi di depan Gedung Fakultas Ushuludin, Selasa (03/01/2017) sejak dari pagi hari. Aksi digelar sebagai gugatan mahasiswa terhadap keputusan Rektor Nomor 218/Un.05/UI.3/KU.01.1/12/2016 tanggal 19 Desember terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terintegrasi dengan Undang-Undang RI nomor 289 tahun 2016 pada Perguruan Tinggi keagamaan Ngeri di Kementerian Agama tahun akademik 2016-2017 tanggal 10 Juni 2016.

Ibnu Robbul Faruqi salah satu massa aksi dari AMMUK melihat bahwa banyak keganjilan dari keputusan Rektor tersebut di antaranya, banyaknya mahasiswa angkatan 2016 yang belum mengetahui kebijakan tentang UKT ini. Ibnu melihat juga bahwa sebuah kebijakan seyogyanya disosialisasikan secara intensif dari jauh-jauh hari, sehingga menemukan titik temu yang tidak hanya melulu merugikan mahasiswa.

Di tengah salah seorang massa aksi sedang membacakan puisi Rendra di atas pohon, Wakil Rektor I UIN Bandung, Asep Muhyiddin lewat ke hadapan massa aksi. Ia baru saja melangsungkan Apel. Dikonfirmasi oleh beberapa massa aksi terkait UKT, ia menyarankan untuk bertanya ke pihak Fakultas masing-masing. Massa aksi bertanya juga terkait forum terbuka, Rabu (04/01/2017) yang disampaikannya pada Kamis (29/12/2016)—diserahkan langsung juga ke fakultas masing-masing. 

Pernyataan Wakil Rektor I tentang forum terbuka tersebut, bagian umum yang dikonfirmasi oleh Cuwo, bahwa Rektor belum mengintruksikan terkait tanggal 4 Januari 2017 tersebut. Cuwo juga menjelaskan, apa yang disampaikan Wakil Rektor I, adalah improvisasi adanya. Sempat terjadi insiden spanduk yang dipasang masa aksi tepat di depan mesjid dicabut. Menurut salah seorang petugas yang mencabutnya, itu kurang pantas karena dipasang di depan mesjid. Tidak patah arang, massa aksi pun memasangnya di tempat lain, tidak jauh dari posko juang dan pengaduan UKT/BKT.

Massa aksi pun menuntut mencabut surat Keputusan Rektor UIN Bandung Nomor 218/Un.05/UI.3/KU.01.1/12/2016 tentang penetapan kategori UkT mahasiswa Program Diploma dan program Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2016. Kemudian pihak UIN harus melakukan pendataan ulang perihal kategori UKT agar lebih objektif dan realistis. Dan terakhir terbitkan kembali Surat Keputusan Rektor tentang UKT/BKT  yang lebih objektif seraya memperhatikan:  kemampuan orang tua mahasiswa dalam pembayaran UKT/BKT dibuktikan dengan pernyataan jumlah tanggungan keluarga, meliputi slip gaji, rekening listrik dan tagihan-tagihan lainnya.

[mci]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger