Headlines News :
Home » » BANDUNG NOBAR "ISTIRAHATLAH KATA-KATA" : FILM KISAH HIDUP WIJI THUKUL

BANDUNG NOBAR "ISTIRAHATLAH KATA-KATA" : FILM KISAH HIDUP WIJI THUKUL

Written By LPM DAUNJATI on Selasa, 17 Januari 2017 | 20.29.00


Bandung, 18 Januari 2017. Sahabat Wiji Tukul, kaum muda, penyair, seniman revolusioner di Bandung akan melangsungkan Nobar (Nonton Bareng) Film "Istirahatlah Kata-Kata" di Ciwalk XXI Kota Bandung pada 19 Januari 2017.

Film Istirahatlah Kata-Kata merupakan sebuah film yang mengisahkan tentang sepenggal kehidupan penyair  Wiji Thukul  saat harus bersembunyi dari kejaran aparat negara Orde Baru. Film ini mengisahkan saat-saat di mana Wiji Thukul melarikan diri ke Pontianak selama delapan bulan pasca kerusuhan 27 Juli 1996 di Jakarta.

“Istirahatlah Kata-Kata” merupakan film pertama tentang Wiji Thukul yang diproduksi oleh sineas muda yang tidak pernah mengenal secara langsung sosok Wiji Thukul. Sutradara film, adalah orang muda, Yosep Anggi Noen.

Film “Istirahatlah Kata-Kata” telah  memotret sisi paling elementer dari seorang manusia, saat kehilangan hak-hak asasinya demi membuka ruang demokrasi, menumbangkan rezim militer. Wiji Thukul tak bisa bertemu keluarga selama berbulan-bulan dan terus diburu kemana-mana. Kebebasan berekspresi dikekang hingga harus menempuh perjalanan berbahaya, sunyi, penuh ketegangan dan penderitaan.

Rakyat Indonesia bisa lebih mengenal Wiji Thukul dengan menonton  film ini yang akan diputar serentak di 15 kota pada 19 Januari 2017 termasuk di Bandung. Melalui film ini mengingatkan memori kita bahwa perjuangan membuka ruang demokrasi yang diperjuangkan Wiji Thukul begitu luar biasa berani di tengah situasi penguasa yang kejam. Pun juga bagi korban-korban lainnya yang belum kembali hingga kini.

Film Istirahatlah Kata-Kata bukan sekedar tontonan biasa. Dengan koleksi enam penghargaan dan mengikuti 7 festival film di luar negeri menunjukan bahwa film ini tidak hanya mendapat pengakuan secara artistik, namun juga menjadi duta Indonesia di kancah internasional.

Sosok penyair Wiji Thukul dalam film menjadi juru bicara kepada generasi masa kini tentang masa lalu bangsanya, bahwa demokrasi adalah sebuah jalan panjang penuh pengorbanan, bertaruh nyawa. Film Istirahatlah Kata-Kata mengambil peran sebagai soft diplomacy yang menggunakan budaya sebagai duta bangsa yang mengenalkan Indonesia ke berbagai bangsa melalui festival film.

Film Istirahatlah Kata-Kata mengajarkan bangsa ini untuk menegakkan demokrasi dan pengungkapan kebenaran. Film ini mengajak Rakyat Indonesia merefleksikan jaman kegelapan bangsa sebagai kenyataan masa lalu agar tidak mengulanginya di masa depan.

Terakhir, film ini patut ditonton karena diproduksi oleh generasi muda yang mempunyai kecintaan pada bangsanya melalui karya film sebagai sebuah medium pembelajaran untuk memperjuangkan demokrasi, kebenaran dan kebudayaan revolusioner.

Sahabat Wiji Thukul di Bandung juga mengajak masyarakat luas khususnya kaum muda di Bandung untuk menonton film "Istirahatlah Kata-Kata" di Bandung. [mci]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger