Headlines News :
Home » , , » DI SELA-SELA MUBES HIMATA: MAHASISWA ISBI BANDUNG TUH KURANG PENGETAHUAN MANAJEMEN  

DI SELA-SELA MUBES HIMATA: MAHASISWA ISBI BANDUNG TUH KURANG PENGETAHUAN MANAJEMEN  

Written By LPM DAUNJATI on Rabu, 08 Februari 2017 | 23.48.00


Foto: Galih Abdillah, Ketua HIMATA Periode (sumber: Instagram)

Bandung, Daunjati – Himpunan Mahasiswa Tari (Himata) baru saja melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) kepengurusan periode 2016-2017 pada Rabu sore (8/2). Mubes kali ini dilaksanakan di Ruang Tarya, jurusan Tari, berlangsung dari pukul 16.00 dan selesai pukul 21.00 WIB. Mubes ini membahas banyak hal, di antaranya, laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama setahun (periode 2016-2017), musyawarah menimbang dan mengevaluasi AD dan ART, pembukaan ruang diskusi Himata dengan ormawa-ormawa, dan pemaparan visi dan misi calon ketua baru.

Mubes Himata dengan ormawa-ormawa yang ada di lingkungan ISBI Bandung ini, menjadi hal yang menarik, seperti yang dipaparkan Riyanti, mahasiswi teater yang juga menjabat sebagai sekretaris KMT saat ditemui di acara Mubes Himata, ia mengatakan: “Saya sih awalnya bingung, kok HMJ-HMJ diundang ke acara se-privat Mubes. Mubes itu ‘kan wilayah yang cukup privat bagi UKM dan HMJ. Makanya memang saya datang itu karena penasaran, mungkin memang ada agenda apa. Menurutnya, acara sekelas Mubes adalah acara intern sebuah himpunan, yang tidak perlu melibatkan pihak di luar himpunan tersebut. Kalau pun ada pihak luar, itu bisa saja hanya perwakilan BEM yang memberi sambutan di awal acara. Tapi kehadirannya di Mubes Himata adalah sebagai kehormatan, karena telah diberi undangan, selain juga penasaran tentang tujuan apa dari undangan tersebut”.

Himata sendiri adalah salah satu dari tiga ormawa yang belum selesai melaksanakan rangkaian Musyawarah Besar hingga berita ini diturunkan, selain Gamaseni (Gabungan Mahasiswa Seni Murni) dan Himaka (Himpunan Mahasiswa Karawitan). Hal ini berdampak pada molornya pelaksanaan Mubes Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang mestinya sudah selesai di awal tahun ini. Kemudian pemilihan umum ketua umum Himata 2017-2018 pada Mubes Himata kali ini akan dilaksanakan pada Kamis (9/2). Galih, Ketua Himata Periode 2016-2017 mengatakan, Mubes yang telah berhasil dimulai ini dalam rangka upaya mereka menjawab teguran-teguran ormawa lain, selain juga dalam rangka melaksanakan hakekat sebuah himpunan: regenerasi, melalui Musyawarah Besar dan Pemilihan Umum. Galih juga menyampaikan curhat-nya di sela-sela rehat maghrib Mubes tentang kurangnya pengetahuan keorganisasian dan manajemen di lingkungan kampus, khususnya mahasiswa tari.

Mengapa kami (Himata) pada Mubes kali ini mengundang seluruh ormawa, itu sebagai pemberitahuan aja ke khalayak umum (Kampus ISBI) atas pertanyaan: Kapan Himata Mubes? Tapi sebenarnya sih, di Mubes ini juga memang dimaksudkan ingin ada ruang obrolan terbuka dan sharing dengan kawan-kawan dari ormawa lain. Kami juga merasa perlu gitu, diberi masukkan dalam wilayah keorganisasian dan khsusunya manajerial”, ujar Galih sambil menyantap cemilan yang ada di hadapannya.

Di sela-sela rehat karena shalat maghrib, Riyanti dan Galih sempat berdiskusi tentang persoalan ormawa dan mahasiswa. Bahasan awal seputar ormawa terlihat seperti obrolan yang saling mengisi satu sama lain dan menemukan titik realita yang sama akhirnya: Kurangnya ilmu manajemen. Benarkah hambatan ormawa hari ini, karena kurangnya pengetahuan manajemen mahasiswanya?, tanya Udin, salah seorang mahasiswa yang juga ada saat itu, kepada Riyanti dan Galih yang sedang diskusi.

Riyanti yang juga sedang menyantap cemilan yang diberikan oleh panitia langsung menjawabnya dengan semangat, “yang paling urgent dari persoalan ormawa hari ini adalah wilayah manajemen. BEM dan atau Majelis Mahasiswa (MM) sebagai payung dari setiap ormawa harus mengupayakan secara serius—dengan bentuk programnya adalah pelatihan bagi tiap anggota ormawa dalam hal manajemen. Sebab, di samping pengetahuan manajemen itu penting bagi jalannya organisasi ormawa-ormawa itu sendiri, mahasiswa seni juga sangat membutuhkan itu (pengetahuan manajemen) dalam dunia kesenian nantinya, setelah lulus dari sini dan terjun di realita kesenian sesungguhnya. Ya pokoknya mahasiswa sini tuh kurang pengetahuan manajemen!

Hal itu langsung ditanggapi oleh Galih dengan serius, Galih sepakat dengan pandangan Riyanti tentang pengetahuan manajemen yang sangat kurang dimiliki oleh mahasiswa di kampus ISBI ini. Galih bahkan sering mendengar ucapan-ucapan miring bila ia sedang ada proyek kesenian di luar kampus. Istilah-istilah seperti “jago kandang”, “bisa main, gak bisa manage” dan lain sebagainya. Hal itu dianggap oleh Galih sebagai kritik yang mesti dijawab dan dipecahkan bersama. Harapan Galih ke depannya, mahasiswa ISBI khususnya mahasiswa tari, mampu mencari jalan keluar tentang persoalan manajemen ini, karena nantinya bukan hanya persoalan kesenian saja, tapi persoalan-persoalan organisasi di tingkat ormawa bisa teratasi dengan mudah.

Diskusi dan sharing antar dua pengurus ormawa ini terpaksa harus berakhir, karena waktu rehat harus usai dan dimulainya lagi rangkaian acara Mubes Himata, yakni, pada agenda pemaparan visi dan misi calon ketua baru. Saat itu, Daunjati juga sempat menemui M. Hilmi Zaini, Wakil Ketua Majelis Mahasiswa (MM) yang akan demisioner setelah Mubes BEM yang akan dilaksanakan akhir bulan ini. Ia juga sempat menanggapi tentang masalah pengetahuan manajemen mahasiswa ISBI. Menurutnya, dasar dari manajemen itu adalah perencanaan, koordinasi dan kontroling, baik itu dalam organisasi atau dalam manajemen seni pertunjukan. Apalagi realita hari ini bahwa mahasiswa akan dihadapkan pada segala hal yang berbau disiplin birokrasi, dan di sana ilmu dan pengetahuan manajemen sangat dibutuhkan. Sederhananya, jangan improv! Terus lakukan evaluasi seluruh kegiatan yang pernah dilakukan dan jangan ulangi kesalahan.

Mau tidak mau-lah, kita (mahasiswa ISBI) sekarang sangat membutuhkan ilmu organisasi dan manajemen yang baik. Soal keseniannya, jangan ditanya-lah, semua juga tahu ini memang rumahnya”, ujar gadis imut berambut pendek, berkacamata, yang sering disapa Riri itu.

[Naufal Waliyyuddin Hakim]

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger