PUISI: GAGAL DAN MANTRA

Di antara yang gagal menghapal mantra
Awan raksasa berdansa di atas dunia
Musim jadi ingkar cuaca ber-khianat
Langit pecah mendidih di atas kepala
Semesta tak lebih dari gantungan tua yang paling purba
Tanpa  makna dan segera kehilangan pesona
Kau datang setelah marabahaya mengelilingi tubuh luka
Tapi
Kau datang bawa sembilan pisau tajam siap menguliti segala keyakinan pagi
Membiarkan siang telanjang tanpa angan
Sore yang selalu gagal dipahami



[Maya Seran, tidak suka jus rumput]





Related

Sastra 2069259017922216928

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

Recent

Comments

item