Headlines News :
Home » , , » Dr. FAUST: TAK ADA DOSA UNTUK CINTA DAN PENGETAHUAN

Dr. FAUST: TAK ADA DOSA UNTUK CINTA DAN PENGETAHUAN

Written By LPM DAUNJATI on Selasa, 30 Mei 2017 | 12.58.00


John Heryanto

 
Faust
Faust dan penelitiannya. "Faust" - Alexander Sukorov, Rusia (2011)
Johann George Faust / John Faustus, lebih dikenal sebagai Dr. Faust. Bagi masyarakat Eropa, ia hadir diantara  dogeng anak-anak sebelum tidur  dan realitas masyarakat abad ke-16. Sebuah dongeng yang lahir dari gejolak reformasi Gereja yang bermuara di Jerman, dibawah pimpinan Martin Luther sejak tahun 1517.  Pada era tersebut masyarakat Jerman hidup dari hasil pertanian. Masyarat agraris yang mengandalkan ladang dalam peralihan menuju masyarakat industri. Sedangkan pemberontakan di Jerman tidak hanya menolak dominasi Gereja Katolik. Juga perlawanan terhadap para peodal seperti Tuan Tanah dan Pangeran yang dilakukan oleh para petani  di kawasan Swabia, Francoina dan Thuringia. Termasuk perang nasional melawan Prancis dan Turki.

Dr. Faust, seorang ahli astronomi, pesulap, peramal, penyihir dan ahli kimia yang hidup antara abad 15 dan 16. Lulusan Universitas Krakow (1509) dan bekerja di Universitas Ehruf. Riwayat hidupnya ditulis dengan gaya puisi liris  oleh Johann Wolfgang von Goethe dalam naskah drama “Faust”(1808), dan Christopher Marlowe  dengan gaya tragedi romantik dalam naskah  “Faustus” (1604) termasuk komposisi musik.  Dari kedua naskah dramawan Jerman (Goethe) dan Inggris (Marlowe) inilah, kisah Faust menyebar keseluruh dunia berupa saduran, terjemahan, dll untuk pertunjukan teater dan film.


Cinta, Iblis dan Pengetahuan

“Kenapa mesti menginginkan surga? dan minta pengampunan dari Tuhan? Lebih baik jadi kafir, dan masuk neraka dengan memiliki kesadaran dan pengetahuan atas hidup yang dijalani dari pada masuk surga tapi tidak tahu untuk apa tinggal di sana

Begitulah, Faust muda berikrar pada dirinya sendiri berkaitan dengan berbagai pertanyaan atas hidup yang dijalaninya sebagai seorang ilmuan sekaligus penghibur masyarakat yang berkeliling ke kota-kota. Seorang lelaki yang hidup sendiri, tak diketahui secara pasti siapa kedua orang tuanya kecuali sebuah kegelisahan dan pertanyaan yang berujung pada pertanyaan dan pertanyaan, lorong gelap dari ilmu pengetahuan. Hal itu dilakukan guna menemukan yang bernama manusia dan ungggul ‘umbermach’.

Pertanyaan itu pula yang membawanya pada perjumpaan dengan Mephistopheles/iblis dari neraka utusan Lucifer. Bagi seorang pemuda Jerman yang dibesarkan dalam tradisi Katolik, dimana setiap orang lahir dan hidup dengan menjalani dosa sejak manusia pertama. Maka wajarlah bila Faust memilih jalan yang dianggap oleh banyak orang sebagai kesesatan. Sepintas perjumaan Faust dengan Mephistopheles serupa bertemunya Adam di Surga dengan Huldi/Apel  yang konon disebut sebagai pohon pengetahuan dan Eva/ Hawa di sampingnya. Begitu juga dengan Faust, ada Margarete yang dicintai. 

lukisan faust
Lukisan perjanjian Faust dan Mephistopheles "Why All This Noise" Eugene Delacroix
Faust, Film dan Kehendak Sendiri

1.     Faust (2011) 

Faust
"Faust" Alexander Sukorov, Rusia (2011)

Kisah yang berangkat dari saduran bebas “ Faust” dari Goethe, yang rilis tahun 2011 garapan sutradara Rusia, Alexander Sukorov. Tentang seorang lelaki bernama Heinrich Faust yang tertaik pada penelitian akan jiwa manusia dengan asisten penelitian bernama Wagner. Lantas jatuh cinta kepada Gretchen ketika melihatnya secara tak sengaja di kamar mandi. Hingga menjadi dokter yang menyembuhkan penyakit mewabah di masyarakat. Semuanya dapat terlaksana dengan lancar atas bimbingan dari  Sang Iblis

Sebuah Film berlatar abad pertengahan di Eropa, ketika pengetahuan hanya bermuara pada seorang penguasa dan agamawan. Lantas bagaimana dengan hasil eksperimen dan penelitian seorang ilmuan di labortoriumnya semisal Faust yang kekurangan secara ekonomi dan cinta.  Atas alasan itu pula, Faust akhirnya bersepakat dengan Mephistopheles untuk menjelajahi batas-batas pengetahuan

1.      The Imaginarius of Doctor Parnasus (2009)

Faust
Akhir dari perjanjian dengan Iblis. "The Imaginarium of Doktor Parnasus" Terry Gilliam, Inggris (2009)
Kisah yang terinspirasi dari dongeng Faust di Eropa  seorang ilmuan dan tukang sulap keliling kota,  dan naskah  “Faustus” dari Marlowe.  Dan ditulis oleh Terry Gilliam dan Charles McKeown.

Film garapan Terry Gilliam ini, berkisah tentang seorang juru dongeng bernama Parnasus yang mengabdikan hidupnya untuk sebuah cerita dan penonton berlatar masyarakat Inggris modern. Menjadi seseorang yang memahami penoton dan memberikan segala harapannya, tentunya bukanlah hal yang mudah apalagi dihadapkan kemajuan pasar dan teknologi yang semakin maju. Maka untuk mencapai itu semua. Ia pun harus menciptakan teknologi yang mutakhir dari kisahnya untuk penonton, meski harus bersepakat dengan iblis.

Faust
Salah satu adegan pertunjukan 'Surga' dari cerita sang Doktor. " The Imaginarium of Doctor Parnasus" Terry Gilliam, Inggris (2009)
Kedua film tersebut telah memperlihatkan sisi lain dari seorang bernama Faust dan manusia dengan kisah yang cair dan gambar-gambar yang kaya imajinasi. tidak hanya kritik terhadap masyarakat Eropa ditegah-tengah puncak kebudayaan yang menghilangkan sisi terdalam dari yang bernama manusia, sebagai seseorang yang pada akhirnya menjadi sia-sia dan hampa. Juga telah memperlihatkan bagaimana setiap orang mesti berani memilih jalannya sendiri dengan segala yang dipilihnya, sebagai sebuah kebenaran dari pertanyaan akan kehidupan.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Media Etno | Ronny Sababalat
Copyright © 2011. daunjati online - All Rights Reserved
Template Created by Ronny Sababalat Published by Ronny Sababalat
Proudly powered by Blogger