ASTUNGKARA: INAUGURASI TARI 2017

Saat acara ASTUNGKARA Inaugurasi Tari 2017 berlangsung, dipotret oleh Bayu

Bandung, Daunjati (11/11) - Bimbingan Studi Mahasiswa (BSM) merupakan program rutin tiap HMJ dalam merekrut anggota baru untuk menjadi anggota HMJ. Dalam tradisinya, tahap akhir dalam rangkaian BSM adalah inaugurasi, termasuk yang dilakukan para peserta BSM Himata yang menggelar inaugurasi pada 11 November lalu. 

Inaugurasi yang bertajuk Astungkara ini dilaksanakan di Pendopo Mundinglaya ISBI Bandung. Acara telah dimulai sejak pukul 19.00 dengan diawali sambutan-sambutan, pelantikan peserta menjadi anggota Himata dan kemudian dilanjut pada rangkaian pertunjukan. Selain itu, dalam acara ini juga diresmikan 'Asta Bandhawa' sebagai nama angkatan mahasiswa tari 2017. Astungkara sendiri, seperti di kutip dalam blog kompasiana tulisan I Ketut Merpa Mupu, merupakan ucapan yang dikenal dalam masyarakat hindu modern di Bali yang berarti 'puja', serupa ucapan Amin dalam kristen atau Insya Allah dalam islam. Barangkali, jika kita boleh bermaksud mengira-ngira, inaugurasi tari kali ini diharapkan menjadi bentuk dari astu dari seluruh rangkaian yang telah mereka lalui selama BSM. Saat diwawancarai mengenai detail teknis acara inaugurasi malam itu, Yuke Dwi Pratiwi, selaku ketua pelaksana menerangkan bahwa acara inaugurasi ini berisi konten yang formal untuk organisasi dan non-formal, yang sifatnya pertunjukan hiburan bagi publik yang datang.


"Acara (inaugurasi) ini terbagi dua sesi, pertama sesi yang formal kayak sambutan-sambutan, setelah itu pengukuhan kita (panitia inaugurasi) diterimanya sebagai anggota Himata. Nah, untuk sesi dua lebih hiburan sih sebenernya.  Pembukaan di sesi kedua ini pertunjukan yang digarap sama kita (mahasiswa tari 2017), kemudian ada juga pertunjukan tari dari kakak-kakak tingkat. Selain itu juga ada guess-star, mereka ada grup dari para alumni jurusan tari, ada juga grup yang memang independen yang kita undang sebagai guess-star. Baru, di terakhir ada bajidoran.", terang Yuke Dwi Pratiwi dengan gayanya yang ramah.

Acara sempat ditunda 60 menit sekitar pukul 20.00, saat menuju sesi kedua. Menurut Yuke, kejadian itu karena adanya miss-kordinasi dengan mahasiswa jurusan teater yang juga sedang mengadakan pertunjukan di Studio Teater yang letaknya tidak jauh dari Pendopo Mundinglaya. Jadi ternyata temen-temen KMT ada pertunjukan jam delapan sampai jam sembilan, karena kalau dilanjutin suara (musik) acara kita akan bocor ke dalam gedung (studio teater), makanya kita pending sampai pertunjukan selesai. Jam sembilan kita mulai lagi., sambung perempuan yang akrab disapa Yuke. Acara kemudian dilanjutkan dan berlangsung ramai, hingga pada acara terakhir yaitu bajidoran. Publik yang sudah datang cukup banyak dan menari bersama dengan cair dalam iringan musik bajidoran, yang dimainkan Satingtung Jaipong Group.


[ Bayu Rekartono, editor NF ]

Related

Tari 1970448722039836428

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item