RAPOT MERAH KOTA BANDUNG DAN WARGA YANG TERGUSUR

(Catatan Diskusi "Kriminalisasi Rakyat Kebon Jeruk")

Ilustrasi kriminalisasi warga Kebon Jeruk. Desain: John Heryanto

Kota pada akhirnya menjadi pusat kekuasaan (politik dan ekonomi) dimana ruang ditata dan dikelola sesuai kebutuhan kapitalis. Maka dengan alih-alih modernisme hal-hal yang tidak sejalan dengan kepentingan modal mestilah disingkirakan. Pasar-pasar tradisonal digusur dan diganti dengan supermarket. Begitu juga rumah-rumah warga yang dianggap kurang menguntungkan secara ekonomi akan digusur berseta penghuninya dan diubah dengan apartemen seperti yang dialami oleh warga Kebon Jerusk, Dago Elos dan Tamansari. Tentunya yang miskin akan tersingkir, warga yang papa tetaplah akan menjadi papa dan terancang ruang hidupnya. Hilang kapan saja sesuai dengan kebutuhan para pemodal dan pemilik kota / Pemerintah Kota Bandung (Ridwan Kamil & Friend).

Perampasan tanah warga Kebun Jeruk bermula dari tahun 2016 Ketika Ridwan Kamil membuat MOU dengan PT KAI dan Pemerintah Kota Bandung untuk pembangun Apartemen dan parkiran di tanah wilik warga. Pemerintah Kota Bandung mendapatkan dana CSR  sebesar 11 Milyar dengan syarat warga Kebon Jeruk mesti dibuang. Sejak 3 tahun itulah hingga kini warga Kebon Jeruk mengalami intimidasi. Meski kemarin warga telah menang di Pengadilan dan tanah tersebut ditetapkan sebagai milik warga. Namun rupanya PT KAI bukan hanya tidak membayar denda malahan semakin  mengancam keberlangsungan hidup warga Kebun Jeruk. 


Diskusi "Kriminalisasi Rakyat Kebon Jeruk" di Teater Kotak ISBI Bandung. Foto: John Heryanto

Hari ini, ada dua warga Kebon Jeruk yaitu Pa RT dan Pa RW dikriminalkan dengan Pasal 167 tentang memasuki pekarangan orang lain. Ini sungguh aneh, Bagaimana bisa seorang warga yang tinggal dirumahnya sendiri dianggap tindakan kriminal? Surat pemanggilan kepada warga dilayangkan oleh POLDA pada tanggal 13 dan 20 November 2017.

Apa yang mesti dilakuukan oleh warga ketika Pemerintah memihak pada pemodal bukan pada rakyatnya sendiri? Ketika tak lagi punya tempat tinggal?. Diskusi ini barangkali hanya salah satu cara untuk untuk menelisik kembali akan kenyatan Kota dan warganya. Setidaknya Mahasiswa dan rakyat siap bersatu dan melawan.

(John Heryanto)

Related

diskusi 4078184522327469178

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item