REMAJA BERINTERNET MESTILAH DIBARENGI MORAL YANG BAIK

 "Judulnya Apa?" Teater Tasbe SMAN 1 Baleendah Kab. Bandung di FTR  6 .Foto: Tim Dok. FTR 6

DAUNJATIONLINE.COM -
Bandung (28/4). “Solat dulu, ingat yah jangan sampai lupa. Kemudian makan juga yah. Jangan sampai lupa”. Ketika lampu menyala terlihat dua seorang pemain di atas panggung, Ia adalah seorang tokoh ibu yang sedang mengingatkan anaknya untuk beribadah dan makan. Anaknya hanya berkata “ iya bu”. kemudian datang seorang tokoh pembantu mengingatkan hal yang sama. Tapi tingkah anak itu  tidak peduli dan tetap fokus bermain smartphonenya. Ia hanya menjawab “ibu juga tadi bilang gitu”. lampu mati, kemudian datang beberapa pemain secara grouping berpakaian SMA secara bersamaan. Para pemain itu melakukan nyanyian dan tarian. Setelah itu, suana di atas panggung berubah menjadi seperti latar perumahan. Ibu-ibu sedang beraktifitas ada yang pergi ke masjid ke pasar dan lain-lain.

Begitulah adegan pertama, pertunjukan “Judulnya Apa?” dari teater Tasbe, SMAN 1 Baleendah Kab. Bandung di G.K Sunan Ambu Isbi Bandung. Kisah anak SMA yang termakan oleh teknologi. Adegan panggung terbagi menjadi dua latar belakang, di perumahan dan di sekolah. Pertunjukan ini juga menampilkan sebuah  drama yang musikal dan, dibumbui adegan-adegan komedi yang membuat para penonton tertawa. Semua pemain dapat memerankan karakternya dengan baik terbukti peran yang mereka mainkan itu berjalan dengan lancar. Seolah-olah peran yang mereka mainkan sudah menyatu dengan tubuh mereka. Dari segi artistik sangat simple hanya sebuah kayu yang berbentuk segi empat, tapi dari artistik yang simple itu para pemain dapat membawa garis imajiner kepada penonton dengan latar tempat yang berbeda-beda.

 "Judulnya Apa?" Teater Tasbe SMAN 1 Baleendah. Kab. Bandung dalam FTR 6.
 Foto: Tim Dok FTR 6
Igo adalah tokoh utama dalam pertunjukan ini, Igo mempunyai karakter playboy dan mempunyai kebiasaan bermain game, setiap saat setiap hari selalu saja bermain game, ibunya menyuruh ibadah, makan dll tapi ia hiraukan. Konflik dari pertunjukan ini adalah dimulai dari Igo ketika rumahnya, iya sangat suka bermain smartphonenya sampai-sampai lupa waktu. Setiap kali ibunya menyuruh untuk rehat sejenak ia tidak pedulikan. Lama-lama ibu Igo merasa kesal atas perlakuan Igo yang selalu tidak menurut. Lalu, ibunya memarahinya dengan sangat kesal iya menasehati anaknya dengan penuh emosi yang membara. “ gererasi macam apa kamu ini, gak punya identitas, kamu pikir dengan teknologi dapat mencapai tujuanmu. Kamu lupa dengan semua kewajibanmu seperti ibadah membantu ibu, belajar di rumah. Kamu mau jadi apa? Ideologi boleh, tapi harus dibarengin dengan moral yang baik” Igopun tak mau kalah dengan amarah ibunya, ia membalas kemarahan ibunya dengan kemarahan.

Pesan moral yang terdapat pada pertunjukan ini adalah terbagi menjadi dua sudut pandang. Yang pertama terdapat dalam tokoh orang tua atau generasi old, mereka beranggapan bahwa generasi jaman now itu cuek, asik sendiri individualis. Mereka beranggapan bahwa teknologi itu adalah racun, karena teknologi anak-anak digenerasi Z ini hilang rasi empati, simpati, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Yang kedua terdapat dalam tokoh anak-anak SMA alias generasi Z termasuk Igo mereka beranggapan bahwa teknologi itu mengarah pada hal yang negatif saja. Mereka beranggapan bahwa bermain di sosial media itu adalah suatu multitasking. Dengan teknologi mereka dapat menerima sumber informasi dengan cepat. Mereka dapat meraih keilmuan secara mudah.

[Fahad Alfaj, Wartawan Magang Daunjati]

Related

Teater 8610056596585577722

Posting Komentar

emo-but-icon

item