MENCARI REMAJA DARI DAPUR REDAKSI KORAN

Pertunjukan "Titik Nol" Teater Eskalapa - SMKN 8 Pandeglang Banten, dalam Festival Teater Remaja VI. Foto: Muhammad Arief.

DAUNJATIONLINE.COM
 – Bandung (24/4) Panggung hanyalah serakan koran-koran, layaknya daun-daun gugur di halaman rumah ketika lampu menyala. Sebuah mesin tik tergeletak di atas kursi di belakang panggung dan di sudut kanan ada pintu berwarna putih. Segerombolan ibu-ibu berdaster keluar dari kanan kiri panggung memungut lembaran koran lantas berhadapan saling mencaci dengan kata-kata yang tak jelas, noise. Bersama barisan lelaki telanjang dada yang juga memungut lembaran koran. “Ciahhhhh…hacihhacihhacih”, begitulah bunyi dari tubuh yang gelisah dan drum-drum sesekali melintas, beradu dan dinaiki oleh ibu-ibu berdaster. Tubuh ludik dari koreografi pembaca koran, remaja yang diliputi keresahan melihat situasi yang tumbuh di sekitarnya bahwa “kita telah lupa akan cita-cita kemerdekaan”.

Pertunjukan "Titik Nol" Teater Eskalapa - SMKN 8 Pandeglang Banten, dalam Festival Teater Remaja VI. Foto: Adel Pratiwi


Begitulah adegan pertama, pertunjukan “Titik Nol” dari Teater Eskalapa - SMKN 8 Pandeglang Banten di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung. Kisah seorang wartawan  perempuan yang menulis berita korupsi anggota dewan. Hingga angota dewan tersebut jatuh didemo pembaca koran. Namun, nyatanya korupsi bukan hanya di kalangan angota dewan saja tapi juga merambah ke institusi pendidikan. Sehingga seorang remaja yang mejadi pelakon teks koran pendidikan dengan baju sarjana yang terbuat dari koran, bertanya “apa yang akan kita lakukan jika pendidikan bobrok?”.

Sedangkan pelakon ‘teks koran tahun 45’ berujar “hari ini tidaklah seperti dulu, jika dibandingkan zaman dulu rakyat hidup sejahtera dan bersatu.. Kini orang-orang sekarang hidup dalam kesusahan”. Barangkali begitu pula kehidupan remaja, yang terhimpit situasi dan kenyataan hidup ‘bobrok’  atau yang pelakon ‘teks koran politik’ sebut bahwa “semua ini karena kita tidak tahu sejarah”. Lantas bagaimana seorang remaja tumbuh sebagai pelaku bagi sejarahnya sendiri?


Pertunjukan "Titik Nol" Teater Eskalapa - SMKN  8 Pandeglang Banten dalam Festival Teater Remaja VI. Foto: Adi Nugraha.

Pertujukan “Titik Nol” berjalan selama 40 menit di ruang redaksi sebuah koran dan jalanan. Dengan strategi pemanggungan seperti sebuah berita di koran, di mana informasi berseliweran. ‘Teks-teks yang mengancam dari seorang wartawan’ yang diwujudkan lewat tokoh-tokoh yang lahir dari liputan koran termasuk nasib si penulis dan yang ditulis. Di manakah remaja meletakan dirinya, dalam arus informasi yang cepat dan situasi yang chaos? Barangkali hal ini sebagai cara untuk mengurai posisi remaja yang lahir di tahun 90-an dalam sejarah bangsanya sendiri dengan meminjam sebuah dapur redaksi koran. Meski tidak seluruhnya yang hadir di atas panggung berbahasa. Tapi setidaknya, sebuah usaha untuk mengakrabi situasi yang dihadapi, ditelisik kembali melalui teater.  

[John HeryantoWartawan Daunjati]

Related

Teater 2861129256246471660

Posting Komentar

emo-but-icon

Google+ Badge

Google+ Followers

Hot in week

item