DI BALIK TERPILIHNYA CALON TUNGGAL PRESIDEN BEM ISBI BANDUNG (2)

VISI MISI FIKRY DIUJI LANGSUNG OLEH PERTANYAAN SOAL MASALAH MAHASISWA DAN ORGANISASI

Muhamad Fikry Asropi, calon tunggal presiden Badan Eksekutif Mahasiswa, hari itu Rabu tanggal 6 Maret 2019, duduk di area depan lokasi debat, GOR Patanjala Kampus ISBI Bandung. Malam itu juga hadir di lokasi debat, para mahasiswa yang mewakilkan organisasinya masing-masing untuk menjadi panelis dan juga para mahasiswa anggota Himpunan maupun anggota Unit Kegiatan Mahasiswa.

Acara berlangsung meriah, karena para panelis dari masing-masing Organisasi Mahasiswa cukup aktif dalam sesi tanya-jawab. Sesi ini pada akhirnya menjadi momen, di mana visi dan misi yang dipaparkan Fikry, diuji langsung oleh pertanyaan dari para panelis yang sumbernya dari masalah yang Organisasi Mahasiswa hadapi sehari-hari.

Di antaranya, Tio yang malam itu menjadi salah satu panelis dari Arga Wilis, mempertanyakan proses pembuatan visi dan misi sang calon tunggal, yang menurutnya tidak begitu penting seberapa hebat programnya dipresentasikan hari ini, tapi bagaimana program tersebut bisa berjalan dan bermanfaat buat semua mahasiswa.

“Semua (visi dan misi) yang dipresentasikan barusan itu, dibuat oleh Fikry saja atau melibatkan banyak orang? Maksudnya (melibatkan banyak orang) teh, visi dan misi itu hasil aspirasi atau diskusi dengan banyak orang. Karena kalau itu hanya dibuat anda saja, ya percuma” pungkas Tio, dengan gayanya yang santai tapi meyakinkan.

Panelis Organisasi Mahasiswa lainnya menyampaikan beragam kondisi, dari mulai kondisi internal organisasi yang sering kesulitan tiap mengurus dana dan izin pada birokrasi kampus, kebingungan soal hak dan kewajiban dalam tiap forum Badan Eksekutif Mahasiswa untuk anggota Himpunan dan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa yang bukan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa, sampai masalah mendasar mahasiswa yaitu biaya UKT yang mahal dan mengancam para mahasiswa yang tidak mampu.

Seperti pertanyaan yang dipaparkan Angga, panelis dari Keluarga Mahasiswa Teater, yang dikutip Daunjati, “Saya melihat anda tadi mempresentasikan mengenai program keterampilan mahasiswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Jujur, saya tidak paham urgensinya apa untuk kita (mahasiswa) saat ini. Bagaimana bisa mau mencapai keterampilan industry yang maju, kalau mahasiswanya masih pusing dengan persoalan (biaya) UKT? Persoalan yang selama ini tidak pernah jadi prioritas BEM. Padahal tadi kita semua sudah tau kalau BEM sendiri punya masalah soal minimnya keaktifan (mahasiswa), harusnya BEM-nya pun punya program untuk menyelesaikan masalah itu (minimnya keaktifan mahasiswa). Kembali ke program anda terkait revolusi industri, saya pikir program itu justru akan membuat kita (mahasiswa) jadi makin terjangkit individualitas. Mengapa? Karena konteksnya jelas membuat kita jadi fokus pada keterampilan diri sendiri, dan ujung-ujungnya terjun pada pasar untuk kepentingan (diri) sendiri. Tadi kita sudah tau, bahwa butuh sebuah perubahan yang bisa membuat mahasiswa partisipasi, tapi programnya malah yang membuat mahasiswa makin individualis? Itu kan menurut saya (solusi yang) aneh”.

Fikry, menanggapi beragam pernyataan maupun pertanyaan soal programnya dengan jawaban yang kurang lebih sama, yaitu dengan sebuah program yang menarik dan rutin diadakan satu bulan atau tiap dua minggu sekali. Beberapa pertanyaan juga sempat dijawab oleh Majelis Mahasiswa karena konteksnya yang sebenarnya ada di ranah Majelis Mahasiswa.  

Sesi presentasi dan debat visi dan misi calon presiden Badan Eksekutif Mahasiswa selesai dan masuk pada sesi pemilihan. Saat sesi presentasi dan debat diakhiri, Majelis Mahasiswa sebagai penyelenggara, mengumumkan bahwa akan ada jeda waktu 30 menit sampai sesi pemilihan dimulai. Menurut Sandiawan ketika itu, jeda itu juga merupakan permintaan dari beberapa anggota Organisasi Mahasiswa yang merasa perlu waktu tambahan untuk mendiskusikan bahasan saat sesi debat.




[reporter: Ridwan, Naufal]

________________________________________________________________________

*saat berita ini dimuat, telah ada pergantian presiden BEM ISBI Bandung terpilih dan pergantian kepengurusan Majelis Mahasiswa periode 2019

Related

Persatuan 147341442869805904

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

item