'TUBUH SUNYI MEMBUMI': HARI PANTOMIME SEDUNIA DI BANDUNG

Pada siang itu delapan orang merias wajahnya dengan make-up serba putih, seperti seniman pantomime kebanyakan, mereka berjalan dari dalam area kampus ISBI Bandung menuju luar, saat di depan trotoar mereka beraksi, banyak warga lalu mengabadikan momen, dengan sangat antusias menonton para mimers beraksi.
Hari Pantomime  Sedunia ini diawali dengan berjalan mengelilingi area kampus ISBI Bandung, berhenti di titik-titik tempat seperti Pendopo, Teater Kebun, Kantin, dan finish di Ruang Multiguna Perpustakaan ISBI  Bandung. Mereka, melakukan aksinya, tanpa suara, sunyi, seperti pesan dasar dari pantomime itu sendiri: bahasa tanpa kata.

dokumentasi Wanggi Hoed
Dalam rangka memperingati Hari Pantomime Sedunia ini, mereka yang merayakan adalah Wanggi Hoed (seniman pantomime, juga alumni ISBI Bandung), beberapa mahasiswa ISBI Bandung, dan komunitas Mixiimajimimetheatre Indonesia, menggelar sebuah kegiatan seperti yang digambarkan di atas dengan judul ‘TUBUH SUNYI MEMBUMI’ pada Jumat (22/03).

dokumentasi Wanggi Hoed
Bandung terpilih menjadi kota pusat dari perayaan Hari Pantomime Sedunia  2019 di Indonesia. Jadi selain di Bandung, yang merayakan Hari Pantomime Sedunia ada di 9 kota di Indonesia. Totalnya yang merayakan ada di 5 benua dan 33 negara.  Acara ‘TUBUH SUNYI MEMBUMI’ merupakan sebuah rekam sejarah dalam menghidupkan dan memperkenalkan lagi Pantomime di Indonesia.

Selain pertunjukan pantomime, dalam kegiatan tersebut juga digelar pertunjukan musik, pembacaan puisi dari Komunitas Sastra Buah Batu, pemutaran film dokumenter ‘Marcel Marceau dan Charlie Chaplin’, dan drawing showcase oleh Setia Adhi Kurniawan. Selain itu, ada juga acara diskusi serta Deklarasi Masyarakat Pantomime Bandung yang dilaksanakan di Ruang Multiguna Perpustakaan ISBI Bandung.

Wanggi, dalam sesi diskusi ‘Tumbuh Kembang Seni Pantomime di Bandung dan Indonesia’, membahas bagaimana seni pantomime merupakan bahasa perdamaian dan bahasa untuk semua. “Kita bisa mengimajinasikan yang ada melalui sunyi, melalui ekspresi dan gerak tubuh”, ujar Wanggi, seniman pantomime yang juga aktif dalam perjuangan pelestarian flora dan fauna.


daunjati/Noor Shidiq

Related

Teater 2298435575062681831

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

item