HARI TEATER SEDUNIA: BERCERITA MAKNA HIDUP LEWAT “BULAN BUJUR SANGKAR”


Ketika tokoh Orang Tua bermonolog | dokumentasi: Panitia Perayaan Hari Teater Sedunia

daunjationline.com - Bandung (10/4), pertunjukan teater "Bulan Bujur Sangkar" karya Iwan Simatupang yang disutradarai oleh Khevin Lalenoh bertempat di Gedung Kesenian Dewi Asri ISBI Bandung, merupakan pertunjukan pembuka dalam rangkaian acara Perayaan Hari Teater Sedunia. Acara tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) ISBI Bandung bekerja sama dengan UKM Teater se-Bandung Raya. Perayaan Hari Teater Sedunia merupakan acara yang diselenggarakan dua tahun sekali dengan tujuan untuk mewadahi komunitas teater dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) teater yang ada di Bandung dan sekitarnya.

Ketika memasuki panggung pertunjukan, mata penonton dimanjakan oleh penataan artistik yang memukau hati. Sebuah pohon yang berdiri di atas panggung, disoroti lampu redup, dan tali tambang yang menggantung. Seakan-akan, imajinasi penonton digiring ke sebuah tempat yang jauh dari suasana perkotaan.

Kisah berlatar belakang sebuah perang saudara, antara pemerintah dan pemberontak. Seorang Algojo Tua sedang mempersiapkan tiang gantungan. Dia akan menggantung siapa saja yang datang padanya. Pertunjukan teater Bulan Bujur Sangkar ini menceritakan tentang makna hidup yang sesungguhnya dengan berfilsafat, yang secara metafor menggambarkan sebuah perlawanan terhadap sistem sosial. Sebuah harapan, keinginan, kebebasan dan kematian dengan bahasa pemajasan, tuturan idiomatik, dan peribahasa, diramu oleh Iwan Simatupang dalam balutan teks sarat dengan ideologi eksistensialisme.

Dalam pertunjukan ini terdapat 4 tokoh. Orang Tua (Heryana G. Benu) dengan wataknya yang  sangat egois, namun sangat berpengetahuan luas dan tidak mau menerima realita kehidupan, juga pemarah. Anak Muda (Andhika Y. Prakasa) dengan watak yang pemberani seperti seorang yang sedang berperang di suatu tempat. Tokoh ketiga ialah Perempuan (Shalomita), berwatak mudah putus asa. Dan yang terakhir ialah gembala yang diperankan oleh Auf yang mempunyai watak penakut.

Adegan ketika Orang Tua berdialog dengan Anak Muda | dokumentasi Panitia Perayaan Hari Teater Sedunia

 Kisah ini menceritakan tentang tokoh Orang Tua yang selama hidup akhirnya berhasil mencapai keinginannya membangun tali gantung di atas pohon, sesuai keinginannya selama ini. Tokoh orang tua menganggap sebuah tali yang bergantung  itu adalah penentu awal dan akhir. Apakah kita yang akan di matikan atau mematikan di tali yang menggantung itu?.

Ini terlihat pada solilokui terakhir: “..aku membunuh oleh sebab itu aku ada”. Pada hari itu datang Anak Muda yang heran melihat pohon besar yang bertalikan tali tambang dan menganggap Orang Tua sebagai musuh. Sontak saja Anak Muda yang langsung menyerang Orang Tua dengan senapan yang ia genggam.

Tetapi Orang Tua ini bisa menghindarinya dan membalas serangan yang diberikan Anak Muda, terjadilah baku hantam secara teatertis diantara kedua aktor. Selain itu, Orang Tua melawan balik Anak Muda itu, bukan hanya lewat sentuhan fisik, tetapi mencoba melawannya juga dengan cara mempengaruhi pikiran Anak Muda tersebut. Keinginan Anak Muda pun sirna, ketika ia mendengarkan dan menafsirkan kata-kata yang terucap dari mulut Orang Tua, ia menjadi terpengaruhi bahwa kehidupan adalah pilihan untuk mati dan dimatikan.

Secara keseluruhan, pertunjukan karya sutradara Khevin ini tertata dengan sangat baik dan disiplin. Efek kartarsis yang menjadi semangat teater tragedi sejak era Tragis Aristotelian pun tak luput dirasakan oleh penonton pada pertunjukan malam itu. Barangkali, semangat tersebut senada dengan tema besar yang diangkat Perayaan Hari Teater Sedunia tahun 2019 ini, “Kami ingin menyebarkan gagasan menjaga proses teater pada kualitas dan tahapannya yang benar. Selain itu, mengembalikan kembali semangat teater beraliran realis”, ujar Firman Maulana, Kordinator Divisi Acara kepada Daunjati saat Konferensi Pers Perayaan Hari Teater Sedunia (6/4).

Daunjati/Fahadpa Alfaj

Related

Teater 2573233437207799889

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

item