KELAS PERFORMER - BANDUNG PERFORMING ARTS FORUM



Tubuh, secara umum, adalah struktur fisik dan material manusia. Ini adalah kerangka kerja sel dan jaringan yang mengartikulasikan sistem biologis kita yang kompleks. Tubuh adalah zat organik yang, dengan demikian, rusak, menua dan akhirnya mati. Namun, tubuh jauh lebih itu dia adalah sarana yang melaluinya kita berhubungan dengan lingkungan, bentuk material dari cara kita berada di dunia dan tempat di mana subjektivitas, perasaan atau identitas bertemu.
Tubuh juga menjadi strategi sentral di dalam perjuangan kehidupan sehari-hari. Tubuh yang kelelahan adalah tubuh sehari-hari karena tubuh itu kontras dengan etos yang menginginkan upaya minimum untuk mendapatkan hasil maksimal. Tubuh dengan daya tahan ekstra bertujuan untuk memunculkan kehadiran ekstra setiap hari, dari hari Senin ke hari Senin yang lain; dari tempat yang satu ke tempat yang lain; dari peristiwa yang satu ke peristiwa lain. Tapi Apakah itu berarti kita terus hidup dalam kualitas pengalaman yang sama?
Melalui kata kunci ‘daya tahan’, ‘repetisi’, dan ‘putika’, John Heryanto akan berbagi praktik ketubuhannya sebagai performer, yaitu perihal tubuh sebagai situs ambiguitas dan perubahan. Sebagai performer yang kerap berpindah dari satu proyek ke proyek lain di kelompok atau seniman yang berbeda. Tindakan tubuhnya baik tanpa teks atau dengan teks, kerap ditandai oleh peningkatan intensitas gerakan fisik yang ekspansif dan energetik, tapi kadang terlihat sebagai potongan imej atas ingatan pengalaman tertentu dan bersifat telegrafis; yang bisa diidentifikasi sebagai teknik ketubuhan yang menggunakan penekanan untuk mengkomunikasikan emosi dan sensibilitas. Tahap-tahap di dalam eksplorasi ketubuhannya diciptakan dalam gaya yang kasar untuk menyiratkan sifat mentah dan energik dari suatu tema/isu maupun sub-teks pengadeganan.
Kelas ini akan berpusat pada bagaimana praktik mengidentifikasi tindakan repetisi dalam melibatkan kembalinya yang berbeda, yang tidak sama. Calon peserta akan diminta secara sadar mengulangi tindakan yang sama, selalu seolah-olah untuk pertama kalinya. Tekanan dari metode tersebut adalah untuk menempatkan performer dan tubuhnya berfungsi sebagai kurir memori historis.
Struktur Alur Kelas:
Hari ke-1: Daya Tahan
Hari ke-2: Repetisi dan Puitika
Hari ke-3: Showcase
Tentang:
John Heryanto
Aktor, penulis, peformance artis, dan salah satu seniman dan pendiri di Bandung Performing Arts Forum (BPAF). Pernah terlibat dalam beberapa pertunjukan Teater Payung Hitam, Laskar Panggung, Teater Piktorial dan Darah Rouge. Berkolaborasi dengan Lary Red di Francisco (2013), Mengikuti International Mask and Puppet Festival (2012 & 2014). Mengikuti residensi Inter-disipliner dan berkolaborasi di Metro Art Brisbane dan Contemporary Arts Cairn (COCA) di Australia dan mengikuti BrisAsia Festival (2017). Terlibat dalam Workshop Penyutradaraan Toshiki Okada: Tubuh dan Kata, Art Summit Indonesia IV (2017). Seniman residensi di Festival Pangkalan, Sukabumi (2017). Terlibat dalam workshop penciptaan teater berbasis puisi Gunawan Maryanto: Tubuh dan Puisi (2018). Key Artist dalam Asian Dramaturg’s Network Laboratory, Yogyakarta (2018).
Jumlah peserta: 15 performer + 5 orang observer
Waktu: 14-16 Mei, 15:00 – 18:00 WIB (16 Mei showcase)
Tempat: Museum Kota Bandung
Biaya: RP.100.000/orang kelas + sertifikat)
Batas waktu pendaftaran: 13 Mei 2019
Cara Pendaftaran:
1. Kirim uang pendaftaran via rekening: Bank BCA 7750800631 an Anis Harliani Kencana EK
2. Kirim bukti pembayaran, nama, e-mail, dan profesi/lembaga (jika ada) via whatsapp 08996220863 (Anis)


Related

workshop 6200527449635804137

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

item